22 Bangunan Rusak Akibat Erupsi Semeru, BPBD Jatim Fokus Bersihkan Material Vulkanik

Erupsi Gunung Semeru pada Rabu, 19 November 2025. - Dok. Istimewa
BPBD Jatim mencatat 22 bangunan rusak akibat erupsi Semeru dan kini fokus membersihkan material vulkanik.

22 Bangunan Rusak Akibat Erupsi Semeru, BPBD Jatim Fokus Bersihkan Material Vulkanik

Lumajang — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mencatat 22 bangunan rusak akibat erupsi Gunung Semeru pada Rabu, 19 November 2025. Sebanyak 21 rumah dan satu sekolah dasar, SDN Supiturang II, terdampak langsung oleh guguran material. Satu mushola juga dilaporkan tertimbun abu vulkanik.

Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Soebroto, menyebut pembersihan abu menjadi prioritas utama sejak Kamis, 20 November 2025. “Saat ini kita fokus untuk pembersihan material. Teman-teman bekerja sama dengan semua pihak, baik institusi pusat dan daerah,” ujar Gatot (20/11/2025).

Bacaan Lainnya
Penanganan Darurat dan Logistik Pengungsian

BPBD Jatim berkoordinasi dengan Dinas Sosial Jatim untuk kebutuhan di lokasi pengungsian. Pakaian, makanan, dan perlengkapan anak mulai didistribusikan. “Untuk pencukupan dapur umum sudah disiapkan oleh teman-teman Dinsos, dan untuk kebutuhan yang lainnya kayak keperluan pakaian, anak, ini kita siapkan,” kata Gatot.

Dusun Gumukmas, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, tercatat sebagai lokasi dengan kerusakan paling parah setelah diterjang awan panas guguran. Rumah-rumah warga tertutup material vulkanik yang turun bersamaan dengan erupsi.

Sekolah Tertimbun dan Rencana Relokasi Siswa

Seluruh bangunan SDN Supiturang II yang terdampak kini tak dapat digunakan. Siswa akan dipindahkan sementara ke sekolah yang masih bisa menjalankan pembelajaran. “Ada satu sekolah yang terendam oleh tumpukan material. Ini masih fokus untuk dipindahkan sementara siswanya bergabung ke sekolah lain yang masih bermanfaat,” ujar Gatot.

Ia juga menegaskan kembali jumlah bangunan rusak. “Untuk terdata yang rusak ada 21 rumah paling parah di Sumbersari tadi dengan satu sekolah SDN Supiturang II,” tuturnya.

Status aktivitas Gunung Semeru masih berada di Level IV atau Awas. Otoritas meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan karena potensi erupsi susulan tetap ada***.

Pos terkait