Erupsi Semeru Luncurkan Awan Panas 6 Km

Aktivitas Semeru pada Jumat (13/2) sore. — Magma Indonesia
Awan panas Semeru meluncur 6 km ke Besuk Kobokan, status Siaga.

Gunung Semeru di Jawa Timur kembali erupsi pada Jumat–Sabtu, 13–14 Februari 2026. Awan panas guguran meluncur sejauh sekitar 6 kilometer ke arah tenggara, tepatnya di lembah Besuk Kobokan.

Erupsi terbesar terekam pada Sabtu (14/2/2026) pukul 05.54 WIB. Dalam laporan aplikasi MAGMA Indonesia, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat awan panas guguran mengarah ke sektor tenggara dengan jarak luncur ±6.000 meter dari puncak.

Kolom abu vulkanik juga teramati naik hingga sekitar 2.000 meter di atas puncak saat letusan berlangsung. Aktivitas ini menandai peningkatan intensitas vulkanik dalam beberapa hari terakhir.

Bacaan Lainnya

“Erupsi Gunung Semeru berupa Awan Panas Guguran dengan jarak luncur 6.000 meter, mengarah ke sektor tenggara (Besuk Kobokan)… Saat ini Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi),” tulis PVMBG dalam laporan MAGMA Indonesia, 14 Februari 2026.

Status Siaga dan Zona Terlarang 13 Km

Hingga 14 Februari 2026, PVMBG mempertahankan status aktivitas Gunung Semeru pada Level III (Siaga). Status ini menunjukkan potensi bahaya masih signifikan dan aktivitas erupsi dapat terjadi sewaktu-waktu.

PVMBG menetapkan larangan aktivitas bagi warga maupun wisatawan di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak. Zona ini dinilai berisiko tinggi terhadap aliran piroklastik dan awan panas guguran.

Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan. Potensi perluasan awan panas dan aliran lahar disebut dapat menjangkau hingga 17 kilometer dari pusat erupsi.

“PVMBG menghimbau tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena potensi perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 km,” demikian imbauan resmi PVMBG melalui MAGMA Indonesia.

Aktivitas Seismik Meningkat

Dalam sepekan terakhir hingga 13 Februari 2026, data seismik mencatat puluhan letusan, termasuk gempa awan panas guguran. Catatan ini menggambarkan intensitas vulkanik yang meningkat dibanding periode sebelumnya.

Pos terkait