“Bung Karno ingin dunia percaya, dengan jiwa Pancasila yang memadukan Ketuhanan dan Kemanusiaan, semua yang panas bisa menjadi dingin, kacau menjadi tenang,” ujar Kus.
Karena itu, pengelola Ndalem Pojok mengusulkan agar 30 September ditetapkan sebagai Hari Bahagia Nasional. Bukan sekadar mengingat duka tragedi 1965, melainkan kebanggaan ketika Indonesia berbicara lantang di forum dunia. ***





