RS Unair Perkuat Layanan Jantung Lewat Cath Lab Baru

Peresmian Cath Lab RS Universitas Airlangga menandai penguatan layanan jantung dan pembuluh darah berbasis teknologi mutakhir, sekaligus peran rumah sakit pendidikan dalam memperluas akses layanan kardiovaskular bagi masyarakat. - Humas Unair
Di tengah beban penyakit jantung dan pembuluh darah yang terus membayangi Indonesia, sebuah ruang teknologi bernama Cath Lab di Rumah Sakit Universitas Airlangga hadir sebagai jawaban yang diharapkan bisa menjangkau lebih banyak nyawa.

Penyakit kardiovaskular masih menempati posisi teratas sebagai penyebab kematian di Indonesia. Data demi data menunjukkan betapa layanan jantung bukan lagi kebutuhan elitis, melainkan keharusan sistemik yang harus tersedia dekat dengan masyarakat. Di titik inilah Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) menegaskan perannya sebagai rumah sakit pendidikan dengan meluncurkan Cath Lab (Catheterization Laboratory), fasilitas intervensi jantung dan pembuluh darah berteknologi tinggi.

Rektor Universitas Airlangga, Prof. Dr. Muhammad Madyan, menempatkan kehadiran Cath Lab bukan semata sebagai pencapaian infrastruktur, melainkan sebagai pernyataan nilai. Ia menegaskan komitmen Unair untuk menghadirkan teknologi medis yang optimal, berkualitas, dan—yang kerap menjadi persoalan utama—tetap terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Ke depan, kami berkomitmen memberikan layanan teknologi medis yang optimal, berkualitas, dan tetap terjangkau bagi semua,” ujarnya, Kamis (29/1/2026).

Bacaan Lainnya

Bagi Unair, Cath Lab bukan hanya ruang tindakan medis, tetapi juga ruang belajar. Fasilitas ini dirancang sebagai bagian dari ekosistem pendidikan dan riset, tempat para calon dokter spesialis dan subspesialis berlatih menguasai teknologi kedokteran mutakhir. Dari ruang ini, Unair berharap lahir tenaga medis yang kelak membawa standar pelayanan yang sama ke berbagai pelosok Indonesia—wilayah yang selama ini kerap tertinggal dalam akses layanan jantung.

Nada reflektif itu terasa ketika Rektor Unair mengingatkan bahwa teknologi, betapapun canggihnya, tetap berpulang pada etika pelayanan. “Rawatlah fasilitas ini dengan baik, dan yang terpenting, rawatlah setiap pasien dengan hati. Jadikan teknologi ini sebagai sarana untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” katanya.

Indikator Kebutuhan yang Nyata

Dari sisi operasional, Direktur RS Unair, Dr. dr. Muhammad Ardian Cahya Laksana, melihat Cath Lab sebagai respons langsung atas kebutuhan layanan yang kian meningkat. Sejak beroperasi di ruang baru Grha Trimed, Cath Lab RS Unair telah melakukan 46 tindakan. Angka itu, menurutnya, menjadi indikator awal bahwa layanan intervensi kardiovaskular memang dibutuhkan dan dicari masyarakat.

Cath Lab ini tidak berdiri dalam satu disiplin tunggal. Layanannya melibatkan operator dari bidang kardiologi, neurologi, serta bedah toraks kardiovaskular (BTKV). Ke depan, RS Unair tengah mengajukan penambahan operator untuk neurosurgery dan kardiologi pediatrik. Dengan komposisi itu, rumah sakit menargetkan pelayanan yang lebih komprehensif—dari pasien dewasa hingga anak, dari kasus elektif hingga kasus kompleks yang membutuhkan kolaborasi lintas keahlian.

Teknologi, Presisi, dan Keselamatan

Keunggulan Cath Lab baru RS Unair terletak pada teknologi yang disematkan. Detektor berukuran lebih besar memungkinkan resolusi gambar yang lebih tajam, sementara paparan radiasi dirancang lebih minimal. Dukungan teknologi 3D, 4D, hingga Dyna CT Scan memberi presisi yang lebih tinggi dalam setiap tindakan—faktor krusial dalam prosedur intervensi jantung dan pembuluh darah.

Bagi dr. Ardian, teknologi ini bukan hanya meningkatkan mutu layanan klinis, tetapi juga memperkuat peran RS Unair sebagai rumah sakit pendidikan dan pusat pengembangan ilmu pengetahuan. Di ruang Cath Lab, praktik medis, riset, dan pembelajaran bertemu dalam satu lanskap yang saling menguatkan.

Harapannya sederhana namun mendasar: kehadiran Cath Lab mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat, memperkuat daya saing RS Unair, sekaligus menumbuhkan kepercayaan publik. Dalam konteks sistem kesehatan nasional yang masih berjuang menutup kesenjangan akses, Cath Lab RS Unair menjadi simbol bahwa investasi pada teknologi—jika dibarengi visi pendidikan dan keberpihakan pada pasien—dapat menjadi bagian dari solusi jangka panjang.***

 

Pos terkait