Pemkot Surabaya memperluas penerapan parkir digital di tepi jalan umum (TJU). Hingga 26 Januari 2026, sistem parkir non-tunai itu sudah berjalan di 76 titik, tersebar dalam tiga zona strategis dengan aktivitas masyarakat yang padat.
Kepala UPT Parkir TJU Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Jeane Mariane Taroreh, mengatakan pembagian zona dilakukan untuk memudahkan pengawasan sekaligus memaksimalkan potensi pendapatan parkir daerah.
“Total ada 76 titik parkir digital yang terbagi dalam tiga zona,” ujar Jeane, Kamis, 29 Januari 2026.
Zona 1 menjadi yang terbanyak dengan 37 titik, mencakup kawasan Jalan Blauran, Embong Malang, Tanjung Anom, hingga Genteng Besar. Zona 2 meliputi 26 titik di sepanjang Jalan Kedung Doro. Sedangkan Zona 3 terdiri dari 13 titik, tersebar di Jalan Kedungsari, Tegalsari, Kombespol M. Duryat, dan Taman Apsari.
Menurut Jeane, lokasi-lokasi tersebut dipilih karena tingkat aktivitas masyarakatnya tinggi, terutama kawasan perdagangan dan wisata. “Blauran, Tanjung Anom, Genteng Besar itu pusat niaga. Embong Malang juga animo parkirnya sangat tinggi,” jelasnya.
Tak hanya soal alat, digitalisasi parkir ini juga dibarengi pendataan juru parkir (jukir). Seluruh jukir didaftarkan dan dibuatkan rekening Bank Jatim agar sistem bagi hasil berjalan transparan.
“Hak jukir bisa langsung masuk ke rekening masing-masing. Jadi jelas dan tercatat,” katanya.
Percepatan parkir digital ini, lanjut Jeane, merupakan respons atas aspirasi publik. Berdasarkan jajak pendapat, 85–90 persen masyarakat mendukung penerapan parkir TJU berbasis digital.
“Dukungan masyarakat sangat kuat, bukan hanya dari warga Surabaya, tapi juga pengguna dari luar kota,” ungkapnya.
Untuk mendukung operasional, UPT Parkir Dishub Surabaya menyiapkan seluruh perangkat, mulai dari ponsel hingga aplikasi. Jukir juga telah mendapatkan pelatihan penggunaan sistem pembayaran non-tunai.
Dalam praktiknya, masyarakat bisa membayar parkir lewat QRIS atau uang elektronik. Informasi lokasi parkir serta rekening resmi Pemkot Surabaya langsung muncul di perangkat petugas.
“Tujuannya transparan, mudah, dan nyaman bagi masyarakat,” tuturnya.
Jeane pun mengajak warga mulai beralih ke sistem parkir digital di titik-titik yang sudah tersedia. “Ayo dukung parkir digital Surabaya agar program ini berjalan optimal dan akuntabel,” pungkasnya.***






0 Komentar