Tim peneliti UMY juga melakukan uji keamanan subkronis selama 90 hari. Hasilnya menunjukkan bahwa konsumsi uwi berada dalam batas aman.
Peran Antioksidan pada Usus
Manfaat uwi tidak hanya terkait sistem imun. Dalam penelitian berjudul Gambaran Histologi Intestinum Tenue Setelah Pemberian Dioscorea alata pada Tikus Galur Sprague Dawley yang Diinduksi Alkohol, yang dipublikasikan Juni 2025, uwi ungu terbukti kaya antioksidan antosianin.
Penelitian tersebut mengamati struktur histologi usus halus tikus setelah pemberian ekstrak etanol uwi ungu. Hasilnya menunjukkan penurunan tingkat kerusakan jaringan seiring peningkatan dosis ekstrak.
Temuan ini mengindikasikan peran uwi dalam menjaga mikroflora usus dan memperbaiki kerusakan jaringan akibat paparan alkohol.
Efek Protektif pada Lambung
Riset lain yang dibimbing langsung oleh Sri juga menyoroti efek uwi terhadap lambung. Dalam skripsi Eko Kurniawan (Februari 2025), ekstrak etanol uwi ungu diuji pada tikus dengan induksi alkohol.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak uwi mampu menjaga integritas mukosa lambung. Pada dosis tertentu, perlindungannya bahkan melampaui kelompok yang diberi obat standar seperti omeprazole.
Temuan ini memperkuat indikasi bahwa uwi memiliki potensi gastroprotektif yang signifikan.
Alternatif Terjangkau Berbasis Alam
Rangkaian hasil penelitian UMY menempatkan uwi sebagai sumber senyawa bioaktif yang relevan untuk menjawab tantangan kesehatan modern. Di tengah mahalnya terapi sintetik dan suplemen impor, umbi lokal ini dinilai menawarkan pendekatan yang lebih terjangkau.
Bagi Sri, pengembangan uwi bukan semata soal pangan alternatif. Umbi ini berpotensi menjadi bagian dari strategi kesehatan berbasis sumber daya hayati lokal.
Uwi yang lama terpinggirkan kini kembali mendapat tempat dalam riset kesehatan. Bukan sekadar sebagai pangan, tetapi sebagai sumber solusi alami yang terus diuji secara ilmiah.***





