Pelatihan mencakup tiga aspek utama: ketahanan fisik, fikih dasar haji, dan bahasa Arab dasar. “Pertama, ketahanan fisik. Karena banyak keluhan petugas yang tidak kuat jalan atau menggendong jamaah. Kedua, fikih dasar haji agar mereka bisa menjawab pertanyaan jamaah dengan benar. Ketiga, bahasa Arab dasar, supaya bisa berkomunikasi dengan mudah saat dibutuhkan,” ujar Dahnil.
Ia menegaskan pelatihan itu bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan profesionalisme dan tanggung jawab petugas di lapangan. “Kita ingin memastikan petugas yang dikirim memang siap lahir batin, bukan hanya secara administratif, tapi juga mental, fisik, dan kemampuan dasar lainnya,” katanya, dikutip dari Antara.
Dahnil juga mengingatkan masyarakat agar tidak mempercayai kabar rekrutmen yang beredar di luar kanal resmi Kementerian Haji dan Umrah. Ia menegaskan semua informasi hanya berasal dari jalur resmi kementerian.
Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah RI memastikan informasi lowongan petugas haji maupun ASN kementerian yang beredar di media sosial adalah hoaks. “Kalau ada yang mengatasnamakan Kementerian Haji melakukan rekrutmen, itu tidak benar,” ujar Dahnil.***





