R20 ISORA Rangkul Semua Agama di Dunia untuk Tengahi Konflik Palestina-Israel

“Kami berusaha menyentuh hati seluruh umat beragama agar mendukung upaya bersama dalam mencari solusi untuk berbagai konflik yang masih berlangsung saat ini. Dan kami juga mendukung usaha untuk segera mengakhiri bencana kemanusiaan di Gaza,” ujar pria yang akrab dipanggil Gus Yahya ini, dalam konferensi pers Road To R20 ISORA, di Shangri La Hotel, Jakarta, Selasa (21/11) pekan lalu.

ISORA, kata Yahya, menekankan aspek kemanusiaan melalui partisipasi otoritas keagamaan dari seluruh dunia. Menurutnya, ISORA memiliki jangkauan yang melibatkan para pemimpin agama global dengan pengaruhnya dalam lingkaran politik dunia.

Bacaan Lainnya

“Pengaruh mereka tidak hanya terbatas pada kalangan masyarakat biasa, tetapi juga mencakup para pemimpin agama yang secara jelas memiliki keterhubungan dengan individu di dalam lingkaran politik global,” tandasnya.

Gus Yahya berharap kegiatan ini dapat menggerakkan para aktor global dan tokoh-tokoh agama untuk menyuarakan gencatan senjata di Palestina. “Menghentikan segera bencana kemanusiaan yang berlangsung di Gaza,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Lakspesdam PBNU Ulil Absar Abdala menilai, serangan Israel terhadap Palestina menunjukkan jika hubungan internasional yang berlaku saat ini didasarkan pada kekuatan semata. Artinya, yang kuat akan berkuasa, sementara yang lemah akan ditindas. 

“Jika hubungan internasional didasarkan pada kekuatan semata, maka hubungan seperti itu tidak akan menciptakan keadilan yang sustainable (berkelanjutan),” kata Ulil.

Muhammad Izzul Haq, Ketua Pengurus Cabang Internasional NU (PCINU) Amerika Serikat dan Kanada, menyambut baik digelarnya forum ini. “Semoga bisa menggugah awareness, sekaligus pengingat bagi agamawan untuk peduli terhadap isu kolonialisasi di Palestina. Sekaligus menjadi moral pressure bagi kalangan penguasa Arab atau Timur Tengah untuk lebih terlibat aktif menekan Israel secara optimal,” katanya, Senin (27/11). 

Pos terkait