“Hal ini merupakan langkah strategis untuk mencetak mahasiswa yang mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional,” ujarnya.
BP berharap CCWS dan program inkubasi ini menjadi pijakan awal bagi terciptanya startup-startup potensial dari ITS yang memiliki daya saing tinggi. Dengan kolaborasi ini, ITS dan PKT berupaya menciptakan lingkungan yang kondusif bagi mahasiswa untuk terus berinovasi.
“Kami optimistis inisiatif ini dapat membawa dampak positif dan mempercepat lahirnya solusi bisnis yang kreatif dan aplikatif,” ungkap dosen Departemen Teknik Mesin ITS tersebut.
Melalui kolaborasi ini, PKT dan ITS semakin menegaskan komitmen bersama dalam mendukung pengembangan pendidikan, inovasi, dan pemberdayaan generasi muda di Indonesia. Renovasi CCWS dan pelaksanaan inkubasi startup diharapkan tidak hanya menciptakan ekosistem kreatif dan produktif, tetapi juga menumbuhkan jiwa kewirausahaan, serta memperkuat kompetensi mereka dalam menghadapi tantangan global.
Lebih dari itu, Budi dan BP sepakat bahwa program ini menjadi bukti nyata sinergi antara dunia industri dan akademisi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Yakni melalui inovasi dan teknologi yang mampu menghasilkan solusi konkret untuk permasalahan industri dan masyarakat, sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di kancah internasional.*





