Puncak Arus Mudik Surabaya Diprediksi 21 Maret, Lonjakan 120 Persen

Puncak Arus Mudik
Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) Ria Marlinda Paallo (berkacamata). - Samudrafakta/Masruroh
PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) memprediksi puncak arus mudik keluar Surabaya terjadi pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) Ria Marlinda Paallo mengungkapkan bahwa puncak arus mudik secara nasional diprediksi terjadi pada 18 Maret 2026. Namun, untuk wilayah Surabaya, puncaknya justru terjadi pada waktu berbeda.

“Prediksi puncak arus mudik (keluar Surabaya) terjadi pada Sabtu 21 Maret 2026,” ujar Ria, dikutip Kamis (12/3/2026).

Pada momen puncak tersebut, diprediksi sebanyak 36.675 kendaraan akan melintasi gerbang tol (GT) Warugunung. “Angka ini naik 120,97 persen dari hari biasa, dan naik 3,7 persen saat momen puncak arus mudik tahun lalu,” imbuhnya.

Bacaan Lainnya
Lonjakan Juga di GT Kejapanan Utama

Selain GT Warugunung, Jasamarga memprediksi puncak arus mudik juga terjadi di GT Kejapanan Utama pada Minggu, 22 Maret 2026. Sebanyak 41.166 kendaraan diprediksi akan melewati GT tersebut.

“Lonjakan ini dipicu oleh tingginya volume lalu lintas silaturahmi. Biasanya masyarakat cenderung mulai melakukan perjalanan antar-kota setelah hari raya untuk mengunjungi keluarga,” terangnya.

Prediksi Arus Balik

Untuk arus balik, PT JTT memproyeksikan puncak kepadatan akan terjadi secara serentak di GT Warugunung dan GT Kejapanan Utama pada 24 Maret 2026. Volume kendaraan saat arus balik diprediksi mencapai kenaikan 120 persen dari kondisi normal.

“Kami mengasumsikan kenaikan volume kendaraan saat arus balik cukup signifikan, yakni di atas 120 persen dari kondisi normal. Ini menjadi perhatian serius kami untuk melakukan antisipasi,” tambah Ria.

Kesiapan Jasamarga

PT JTT memastikan seluruh pekerjaan konstruksi di jalan tol telah selesai pada 11 Maret 2026 demi kelancaran arus mudik. Pihaknya juga menyiagakan tim khusus untuk penanggulangan lubang dan genangan selama 24 jam.

“Guna menjamin kenyamanan dan keamanan pengguna jalan di tengah cuaca yang tidak menentu seperti sekarang,” tuturnya.

Jasamarga akan menyiagakan 14 tim antisipasi genangan dan longsor serta menyediakan 12 unit pompa air untuk mempercepat penanganan gangguan teknis. Ratusan personel on call juga disebar di berbagai ruas, mulai dari Tol Ngawi-Kertosono hingga Surabaya-Gempol, untuk memberikan layanan dan bantuan cepat bagi pemudik.***

Pos terkait