JAKARTA—Duta Besar Israel untuk PBB Gilad Erdan mengeluarkan mesin penghancur kertas di podium Majelis Umum pada Jumat (10/5/2024), dan merobek salinan Piagam PBB untuk memprotes pemungutan suara resolusi yang mendukung keanggotaan penuh Palestina.
Aksi terjadi tepat sebelum Majelis Umum melakukan pemungutan suara untuk menyetujui resolusi yang meminta Dewan Keamanan agar Palestina, yang berstatus pengamat PBB, menjadi anggota penuh.
Erdan yang tantrum menyebut Holocaust, Perang Dunia Kedua, dan serangan Hamas pada 7 Oktober, mencaci-maki rekan-rekannya karena ingin “memajukan pembentukan negara teror Palestina yang dipimpin oleh Hitler di zaman kita.”
“Hari ini saya akan mengangkat cermin untuk Anda,” katanya, sesaat sebelum sidang umum memberikan suara terbanyak untuk mendukung keanggotaan Palestina. “Ini cerminmu. Sehingga Anda dapat melihat dengan tepat apa yang Anda lakukan terhadap Piagam PBB dengan tindakan yang merusak ini.”
“Anda merobek-robek Piagam PBB dengan tangan Anda sendiri,” katanya, sembari merobek-robek piagam tersebut dengan tangannya sendiri. Dia mengucapkan terima kasih kepada presiden, dan kemudian pergi.
Erdan kemudian memposting pernyataan kepada X yang berbunyi: “Hari ini, saya menunjukkan kepada Majelis Umum apa yang mereka lakukan terhadap Piagam PBB dengan mengabaikannya dan mencabik-cabiknya di atas panggung. Saya mengatakan kepada para duta besar bahwa hari ini akan menjadi sebuah keburukan dan saya ingin dunia mengingat ketika mereka menghancurkan Piagam PBB untuk memasukkan rezim Nazi ke dalam PBB.”
Namun, penampilan dramatis Erdan tidak memberikan efek yang diinginkan.
Majelis PBB memberikan suara 143-9 untuk memperluas hak-hak Palestina. Dua puluh lima negara abstain, dan sembilan negara memberikan suara menentang, termasuk Israel dan Amerika Serikat. Resolusi tersebut mendesak Dewan Keamanan PBB untuk “mempertimbangkan kembali masalah” keanggotaan Palestina dengan “baik.”♦





