Perkembangan Program Ketahanan Pangan: Target Stop Impor Jagung 2026
Pada kuartal pertama 2025, panen jagung nasional mencapai 118.975 ton dari 16.656 hektare, meningkat 48,47 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dari 6,08 juta ton menjadi 9,03 juta ton. Pemerintah menargetkan penanaman jagung seluas 1 juta hektare sepanjang 2025, dengan 445.600 hektare lahan siap tanam dan 922.700 hektare lahan perhutanan sosial dalam proses verifikasi.
Salah satu terobosan penting adalah keputusan bersejarah yang diambil dalam rapat terbatas pada 30 Desember 2024 di Istana Merdeka. Presiden Prabowo memastikan pemerintah akan menampung seluruh produksi gabah dan jagung petani dengan harga yang telah ditetapkan, seperti kenaikan harga pembelian padi (HPP) dari Rp6.000 menjadi Rp6.500 per kilogram.
Pemerintah mengalokasikan dana Rp5 triliun untuk menyerap hasil panen dan membangun infrastruktur penyimpanan, termasuk 18 gudang berkapasitas hingga 18.000 ton yang ditargetkan selesai pada Agustus 2025. Gudang-gudang ini akan mendukung pengembangan pabrik pakan ternak berskala nasional, memperkuat ekosistem jagung dari hulu hingga hilir.***





