Presiden Ikut Panen Raya Jagung, Optimistis Indonesia Swasembada Pangan 5 Tahun Lagi

Presiden Prabowo memimpin panen raya jagung serentak kuartal II tahun 2025 di Dusun Kandasan, Desa Bange, Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Kamis, 5 Juni 2025. - BPMI. Setpres
Menurut Presiden Prabowo, swasembada pangan adalah kunci kemerdekaan sejati. Dia optimistis target produksi pangan mandiri bisa tercapai dalam 4 – 5 tahun.

__________

Pada Kamis, 5 Juni 2025, Presiden RI Prabowo Subianto bareng Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memimpin panen raya jagung serentak kuartal II tahun 2025 di Dusun Kandasan, Desa Bange, Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.

Kegiatan ini diklaim sebagai simbol komitmen kuat pemerintah mewujudkan ketahanan pangan nasional—yang sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo untuk menjadikan Indonesia lumbung pangan dunia.

Bacaan Lainnya

Panen raya ini dilaksanakan serentak di 36 Polda se-Indonesia. Mencakup lahan seluas 344.524,37 hektare dengan estimasi hasil panen mencapai 1,78 hingga 2,54 juta ton jagung.

Di Kalimantan Barat, panen dilakukan di lahan seluas 2.054,3 hektare. Hasil panennya diperkirakan mencapai 10.102 hingga 20.136 ton.

Khusus di Bengkayang, lahan seluas 218,35 hektare, termasuk 56 hektare milik Lanud Harry Hadisoemantri, dilaporkan berhasil meningkatkan produktivitas dari 2 ton per hektare menjadi 9,3 ton per hektare berkat pendampingan Polres Bengkayang, penggunaan bibit unggul P27, dan teknologi pertanian modern seperti pupuk presisi Bayangkara.

Menurut Presiden Prabowo, swasembada pangan adalah kunci kemerdekaan sejati.

“Tidak ada bangsa yang merdeka sesungguhnya kalau bangsa itu tidak bisa produksi makannya sendiri. Karena itu, perjuangan saya selama ini selalu fokus. Saya tidak akan tenang sebelum Indonesia swasembada pangan,” ujar Presiden Prabowo.

Presidenoptimistis Indonesia tidak hanya akan mencapai swasembada pangan dalam 4-5 tahun, tetapi juga menjadi lumbung pangan dunia. “Saya diberi jaminan oleh dua orang hebat, yaitu Menteri Pertanian dan Kapolri, yang menjamin tahun 2026 Indonesia tidak mengimpor lagi jagung,” kata Prabowo.

Kapolri Listyo Sigit Prabowo juga menyampaikan optimismenya terkait program ini.

“Jika proyeksi surplus nasional sebesar 1 hingga 6 juta ton pada 2025 terwujud, ekspor bisa terus ditingkatkan. Kami optimistis kedaulatan pangan akan tercapai jika semua pihak terus bersinergi,” katanya. Ia menambahkan bahwa Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga menjadi penggerak perubahan sosial dan ekonomi masyarakat melalui program ketahanan pangan.

Pos terkait