“Di bidang pertahanan hubungan kita sangat baik, di bidang sains dan teknologi juga sangat baik. Di bidang pendidikan kita ingin meningkatkannya lebih jauh lagi,” ujarnya.
Macron: Indonesia Mitra Strategis di Indo-Pasifik
Sementara itu, Presiden Emmanuel Macron menegaskan bahwa Indonesia merupakan salah satu mitra strategis terpenting Prancis di kawasan Indo-Pasifik.
“Indonesia adalah mitra strategis penting di Indo-Pasifik, dan saya yakin ini juga merupakan keyakinan Presiden Prabowo,” kata Macron.
Dalam bidang pertahanan, Macron menyoroti kedatangan pesawat tempur Rafale pertama di Indonesia sebagai simbol konkret kemitraan strategis kedua negara yang terus berkembang.
“Kedatangan pesawat Rafale pertama di Indonesia menjadi bukti hubungan ini dan keinginan kita untuk terus melangkah maju bersama,” ujarnya.
Macron juga menekankan pentingnya percepatan implementasi IEU-CEPA untuk menghapus berbagai hambatan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Uni Eropa.
Menurutnya, perjanjian tersebut akan membuka peluang lebih besar dalam sektor transportasi, kesehatan, transisi energi, dan pertahanan.
Selain kerja sama ekonomi, kedua negara sepakat memperkuat kolaborasi di bidang budaya, pendidikan, riset, dan inovasi. Macron menyatakan Prancis siap menerima lebih banyak mahasiswa, peneliti, dan talenta muda dari Indonesia.
“Prancis ingin menyambut lebih banyak mahasiswa, peneliti, dan talenta Indonesia,” katanya.
Dalam pembahasan isu internasional, kedua pemimpin turut bertukar pandangan mengenai situasi Timur Tengah, konflik Ukraina, serta dinamika keamanan di Laut Cina Selatan dan kawasan Asia Tenggara.
Macron secara khusus memberikan apresiasi terhadap peran aktif Indonesia dalam mendorong perdamaian dunia, termasuk dukungannya terhadap solusi dua negara bagi Palestina dan kontribusi pasukan Indonesia dalam misi perdamaian di Lebanon.
Menurut Macron, kemitraan Indonesia-Prancis memiliki relevansi yang semakin besar di tengah perubahan tatanan global.
“Pada semua level, kemitraan Indonesia dan Prancis sangat relevan dan akan memperkuat visi kedua negara terhadap perdamaian dan stabilitas dunia,” tuturnya.***





