Prabowo Bicara Fiskal, Pasar Langsung Gelisah

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato di hadapan Sidang Paripurna DPR RI, Rabu (20/5/2026). Tangkapan Layar Parlemen TV
Prabowo membawa target besar fiskal 2027. Namun, pasar membaca sinyal berbeda: negara makin dominan, rupiah tertekan, dan investor mulai berhitung ulang.

Pidato fiskal Presiden Prabowo Subianto di DPR langsung dibaca pasar sebagai sinyal besar arah ekonomi Indonesia. Bukan hanya soal target RAPBN 2027, tetapi juga tentang bagaimana negara akan bergerak lebih jauh mengatur komoditas, devisa, dan disiplin fiskal.

Dalam pidato Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2027, Prabowo memasang target pertumbuhan ekonomi 5,8–6,5 persen. Pemerintah juga membidik inflasi 1,5–3,5 persen dan defisit fiskal 1,8–2,4 persen terhadap produk domestik bruto.

Namun, pasar tidak hanya melihat angka. Investor membaca arah kebijakan yang makin tegas: negara ingin masuk lebih dalam ke pengelolaan ekspor komoditas strategis dan penempatan devisa hasil ekspor. Di tengah rupiah yang lemah, sinyal itu memunculkan respons hati-hati.

Bacaan Lainnya
IHSG Melemah, Rupiah Tertekan

Reuters mencatat indeks saham Indonesia turun tajam dalam dua hari perdagangan. IHSG sempat melemah 3,5 persen pada Selasa dan kembali turun hampir 2 persen pada Rabu sebelum memangkas kerugian. Rupiah juga tetap berada dalam tekanan meski bank sentral melakukan intervensi.

Tekanan pasar itu tidak muncul di ruang kosong. Moody’s dan Fitch sebelumnya memangkas prospek peringkat Indonesia dari stabil menjadi negatif. Kekhawatiran utama investor berkisar pada kredibilitas kebijakan, daya tahan fiskal, dan risiko pelebaran defisit.

Di sisi lain, Prabowo mencoba menunjukkan arah disiplin fiskal. Target defisit 2027 dipasang lebih rendah dibanding proyeksi 2026 sebesar 2,9 persen terhadap produk domestik bruto. Namun, pasar masih menunggu bukti bahwa target itu bisa dijaga di tengah program belanja besar pemerintah.

Negara Masuk ke Komoditas

Sinyal lain yang membuat pasar berhitung ulang adalah rencana pemusatan ekspor komoditas utama. Prabowo mengumumkan ekspor batu bara, kelapa sawit, dan ferroalloy akan diarahkan melalui badan usaha yang ditunjuk negara.

Pos terkait