Prabowo: 1.030 Dapur MBG Ditutup Sementara demi Jaga Gizi

Prabowo dalam sesi tanya jawab bersama jurnalis di kediamannya Hambalang, Bogor, Kamis (19/3/2026). - Instagram @presidenrepublikindonesia
Prabowo mengungkapkan, 1.030 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) ditutup sementara demi jaga mutu—bukan menghentikan program.

Pemerintah memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus berjalan meski lebih dari seribu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dinonaktifkan sementara. Presiden Prabowo Subianto menyebut penutupan itu bagian dari pengendalian mutu, bukan penghentian program.

“Saya langsung cek. Panggil kepala BGN, dan saya terus *cross-check*,” ujar Prabowo dalam sesi tanya jawab bersama jurnalis di kediamannya Hambalang, Bogor, Kamis (19/3/2026).

Ia menegaskan, langkah tegas diambil setelah menerima berbagai masukan dan kritik dari lapangan. Pengecekan langsung dilakukan untuk memastikan tidak ada kompromi dalam urusan gizi anak bangsa.

Bacaan Lainnya

“Saya kira, kalau nggak salah ya, dari sekian puluh ribu dapur, sudah kita tutup lebih dari seribu,” tuturnya.

Standar Ketat Pengganti Dapur Bermasalah

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) disebut telah mendapat instruksi untuk melakukan pengawasan berlapis. Prabowo mengirim tim khusus untuk memverifikasi kondisi setiap dapur, termasuk kualitas air, kebersihan, dan keamanan pangan.

“Ini saya punya wakil kepala satu ibu, ibu ini, ibu Nanik ya. Ini galak sekali dia. Dia sidak terus kerjanya. Yang sudah di-*suspend*, 1.030,” katanya.

Penonaktifan sementara ini dilakukan hingga dapur yang bermasalah dinyatakan lolos sertifikasi ulang. Proses sertifikasi mencakup kebersihan, keamanan makanan, kelayakan air minum, hingga higienitas tempat penyimpanan makanan.

“Jadi kalau dapur kamu mau *survive* lebih dari berapa bulan, kamu harus lulus sertifikasi kebersihan, sertifikasi keamanan makanan, dicek airnya gimana, airnya aman, airnya dimasak seperti apa, kemudian omprengnya, semua itu ada kriterianya. Kalau gak beres ditutup,” tegas Presiden.

Jaga Kualitas, Bukan Kurangi Jumlah Penerima

Pemerintah menegaskan kebijakan ini tidak akan mengurangi jumlah penerima manfaat MBG. Program prioritas nasional ini tetap berjalan di dapur-dapur lain yang telah memenuhi standar.

Pos terkait