Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menampilkan 100 karya di Hotel Vasa. Ia merencanakan pameran 500 lukisan di Jakarta pada Desember 2026.
Presiden keenam Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono memamerkan 100 lukisan di Hotel Vasa Surabaya. Karya-karya itu merekam perjalanan, pengalaman, dan ekspresi personal setelah ia meninggalkan pemerintahan.
“Kalau memang ada yang melihat lukisan di Surabaya, saya bersenang hati. Sebenarnya nanti bulan Desember akan ada pameran lukisan di Jakarta, dan saya akan tampilkan 500 lukisan,” kata SBY, dikutip Kamis, 17 September 2026.
Menurut SBY, hasil penjualan karya digunakan untuk bantuan sosial, pembiayaan klub bola voli LavAni, serta Museum dan Galeri SBY-Ani di Pacitan. “Kalau ada yang ingin punya silakan, karena karya lukisan saya gunakan untuk banyak hal,” ujarnya.
Di pameran Jakarta, ia berencana menyediakan kategori harga rakyat atau spesial dan harga premium.
Kerinduan dan Konflik Dunia
Sebagian lukisan terinspirasi dari fotografi mendiang Ani Yudhoyono. “Ada beberapa lukisan yang saya lukis itu hasil fotografi mendiang istri tercinta, Ani Yudhoyono. Ada kesedihan dan kerinduan setelah Ibu Ani berpulang,” katanya.
Karya lain menampilkan kegelisahan terhadap perang dan konflik. “Ada juga lukisan yang menggambarkan ekspresi hati, seperti dunia yang carut-marut, perang di mana-mana,” ujarnya.
Sebagian lukisan dibuat secara spontan saat bepergian, di kaki gunung atau tepi pantai. Ada pula yang sengaja dikerjakan, misalnya di Boyolali atau Pantai Klayar, Pacitan.
SBY mengatakan sudah lama meninggalkan politik praktis dan tidak terlibat kegiatan harian partai. Ia tetap mengikuti perkembangan negara dan dunia, serta masih diundang berdiskusi di dalam dan luar negeri.
“Saya sudah tidak lagi di kekuasaan. Saat ini yang memimpin adalah Presiden Prabowo. Saya harus menjaga sikap, tutur kata saya agar tidak dianggap cawe-cawe dan tidak dianggap melampaui kepatutan sebagai seorang mantan presiden,” tandasnya.***





