Sebanyak 997 orang diamankan Polda Jawa Timur usai demo berujung ricuh di 10 kota sejak 29 Agustus. Dari jumlah itu, 415 anak di bawah umur, 111 warga sipil dan 117 aparat dilaporkan luka.
__________
Polda Jawa Timur (Jatim) mencatat total 997 orang diamankan dalam rangkaian demo berujung kericuhan di 10 kota sejak 29 Agustus hingga 16 September 2025.
Kapolda Jatim, Irjen Pol Nanang Avianto, mengatakan jumlah itu terdiri dari 582 orang dewasa dan 415 anak di bawah umur. Sebanyak 682 orang dipulangkan karena tidak terbukti terlibat kerusuhan atau masih anak-anak, sementara 315 lainnya diproses hukum.
“Memang ada yang dipulangkan karena anak di bawah umur. Hampir semuanya orang tua tidak tahu kegiatan anak-anaknya,” kata Nanang, Sabtu (20/9).
Kerusuhan paling menonjol terjadi di Sidoarjo, Malang Kota, Jember, dan Kediri. Aksi yang seharusnya jadi ruang penyampaian pendapat, menurut Nanang, bergeser ke tindak kriminalitas.
Kerusuhan itu juga menimbulkan korban luka. Data kepolisian mencatat 111 warga sipil terluka, sebagian besar rawat jalan. Dari aparat, 105 polisi dan 12 personel TNI mengalami luka akibat lemparan batu, molotov, dan serpihan kaca.
Nanang menegaskan pihaknya masih memburu dalang kericuhan melalui jejak digital. Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial agar tidak mudah terprovokasi.
“Jejak elektronik tidak bisa dihapus, tim kami terus bekerja. Peristiwa ini jadi pembelajaran mahal agar tidak terulang kembali,” ujarnya.***





