Ploso Ubah Peta Muktamar NU

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) berbincang akrab dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Gus Imin) dalam acara Satu Abad Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, pada Selasa malam Rabu, 23 Juni 2026/ 9 Muharram 1448 H. - ISTIMEWA

Sebelumnya, nama Nasaruddin Umar juga masuk dalam perbincangan menjelang Muktamar. Menteri Agama itu memperoleh dukungan dari Sekretaris PBNU Saifullah Yusuf yang menilai rekam jejak Nasaruddin memenuhi tradisi kepemimpinan NU.

“Kalau kita lihat sejak zaman Gus Dur, paling tidak 40 tahun terakhir ini tiga ketua umum sebelumnya pernah menjadi Katib Aam,” kata Saifullah Yusuf.

Dukungan serupa datang dari tokoh muda nahdliyin Gus Lilur. Ia menilai kepemimpinan NU perlu selaras dengan upaya menjaga kesinambungan hubungan dengan pemerintah.

Bacaan Lainnya

“Prabowo dan Gibran menyatukan itu semua. Demi persatuan bangsa, pemimpin NU pun harus seseorang yang mendukung keberlanjutan itu,” ujar Gus Lilur.

Di sisi lain, Ketua PBNU Savic Ali mengingatkan bahwa terdapat konsekuensi politik apabila seorang menteri memutuskan maju dalam kontestasi Ketua Umum PBNU.

“Tapi ya lagi-lagi kan kalau mau jadi ketua umum PBNU kan mundur jadi menteri. Nah itu gitu aja ya sesimpel itu,” kata Savic Ali.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan