Namun demikian, survei terbaru PolMark Research Center (PRC)-PolMark Indonesia menunjukkan jika elektabilitas Cak Imin mulai melesat belakangan ini. Dalam survei terbaru mereka, elektabilitas politikus 56 tahun tersebut mencapai 4,8%. Untuk wilayah Jawa Timur, Cak Imin menempati posisi teratas dalam daftar capres pilihan masyarakat, dengan angka 11, 5—jauh di atas Gubernur Jawa Timur Kofifah Indar Parawansa yang hanya 5, 8 persen.
Sekadar mengilas-balik, berdasarkan rekapitulasi hasil Pemilu 1999 hingga 2019, rata-rata perolehan suara PKB adalah 11,07 juta atau 9,05 persen. Perolehan suara terbesar tercatat pada pemilu 2019, yakni 13,57 juta atau 9,69 persen.Sedangkan suara terendah terjadi pada pemilu 2009, yani 5,15 juta atau 4,94 persen. Namun, perlu dicatat juga, kekuatan suara partai belum tentu sejalan dengan suara pemilih individu. Dengan demikian, suara pemilih Cak Imin bisa saja lebih besar atau kecil dari partainya jika maju Pilpres mendatang.
Sementara itu, sebagaimana telah disinggung sebelumnya, Lembaga Survei PolMark Indonesia mengungkapkan bahwa Cak Imin merupakan bakal calon wakil presiden (bacawapres) potensial di Pilpres 2024. “Kalau sebagai cawapres, justru Cak Imin sangat potensial,” kata Direktur Survei PolMark Indonesia Eko Bambang Subiantoro, dalam keterangan resminya, Jumat, 1 September 2023.
Sebagai informasi, berdasarkan hasil survei terbaru PRC-PolMark Indonesia, Cak Imin berjejer di urutan kelima sebagai kandidat calon presiden (capres) secara nasional, dengan perolehan 4,8 persen—di bawah Ridwan Kamil yang mendapatkan 5,2 persen.
Eko melanjutkan, berdasarkan temuannya, nama Cak Imin belakangan ini senyap dan melesat mengungguli kandidat bacawapres lainnya, terutama di Jawa Timur.
Untuk wilayah Jawa Timur, Cak Imin menempati posisi teratas, dengan 11, 5 persen; disusul Kofifah Indar Parawansa 5, 8 persen; Ridwan Kamil 1,9 persen; AHY 1,8 persen; Puan Maharani 1,5 persen; dan lainnya di bawah 1 persen.





