Jokowi berharap program bioetanol dapat berjalan sesuai rencana, dimulai dari bioetanol 5 persen (E5) pada BBM, lalu meningkat E10, E20 dan seterusnya.
Program Bioetanol Tebu untuk Ketahanan Energi diproyeksikan bisa menjadi solusi peningkatan jumlah produksi bioetanol nasional, dari 40 ribu kiloliter pada 2022 menjadi 1,2 juta kiloliter pada 2030. Selain itu, Biotanol juga menjadi potensi campuran BBM jenis minyak bensin.
Hal tersebut berdasarkan studi yang dilakukan di Brasil, yakni energi yang dihasilkan dari 1 ton tebu setara dengan 1,2 barrel crude oil.





