Percakapan Cindy Adams Dipantau CIA, Apa Kepentingan Badan Intelijen AS dengan Penulis Biografi Sukarno?

Wawancara Cindy Adams dengan sebuah radio AS direkam oleh CIA. (Istimewa)

Upaya barter Pope tersebut dibahas ketika Sukarno berkunjung ke AS pada 18-25 April 1961. Presiden AS waktu itu, John F. Kennedy, sepakat memberikan bantuan kepada Indonesia berupa 10 Hercules tipe B, (8 kargo dan 2 tanker) serta pembangunan jalan bypass dari Cawang ke Tanjung Priok. Selain itu, ada helikopter Bell-47 J2A Roger, yang kemudian menjadi heli kepresidenan. Semua itu untuk ‘tukar guling’ dengan Alen Pope.

Heli yang dinamai Walet itu hingga kini masih teronggok di salah satu hanggar Pangkalan Udara Husein Sastranegara, Bandung. Status resmi Heli ini adalah hadiah dari Kennedy untuk Bung Karno—tetapi sejatinya merupakan bagian dari barter dengan Pope. Itulah salah satu kelebihan diplomasi Bung Karno.

Setahun setelah pertemuan Sukarno dan Kennedy, sebagaimana ditulis Cindy Adams dalam Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia, Pope dikirim ke AS melalui Bandara Kemayoran, Jakarta, pada Februari 1962.

Bacaan Lainnya

Sebelum Pope dipulangkan, masih seperti yang ditulis Cindy, Sukarno berpesan, “Jangan muncul ke publik, jangan membuat cerita aneh-aneh. Pulang dan menghilanglah dan kami akan melupakan semuanya’.” (Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia, edisi revisi 2014, halaman 327.

Presiden Sukarno tak pernah mengungkapkan secara resmi soal adanya barter pengembalian mata-mata CIA itu dengan sejumlah proyek pembangunan di Tanah Air. Ketika putra sulungnya, Guntur, menanyakan isu barter tersebut, Sukarno cuma tertawa.

“Mudah-mudahan Amerika kirim Pope yang lain. Kalau ia tertangkap nanti, aku minta tukar dengan Ava Gardner dan Yvonne de Carlo,” jawabnya seperti ditulis Guntur dalam buku Bung Karno, Bapakku, Kawanku, Guruku. 

Ava Gardner adalah aktris kenamaan Hollywood kala itu, sedangkan Yvonne de Carlo adalah aktris asal Kanada.

Adanya fakta dalam dokumen percakapan Cindy dan Joey Adams dengan Steve Allison, penyiar Radio-TV Monitoring Service Inc., yang dipantau CIA, pun memunculkan pertanyaan: kenapa CIA memantau Cindy? Apa hubungannya dengan beberapa hal penting terkait Sukarno yang diketahui Cindy Adams—seperti fakta sejarah bahwa Sukarno lahir di Ploso, Jombang, pada tahun 1902—yang tidak dituliskan Cindy dalam bukunya yang banyak dirujuk sejarawan dan masyarakat dunia itu?*


***Untuk mengetahui fakta penting tentang Sukarno yang ditutupi Cindy Adams, tonton karya Jurnalisme Sinematik tentang fakta tempat dan tahun kelahiran Bung Karno dengan klik poster di bawah ini:

 

Pos terkait