Percakapan Cindy Adams Dipantau CIA, Apa Kepentingan Badan Intelijen AS dengan Penulis Biografi Sukarno?

Wawancara Cindy Adams dengan sebuah radio AS direkam oleh CIA. (Istimewa)

Cindy Adams sendiri diketahui sebagai seorang wartawan gosip AS di sebuah kantor berita bernama North American Newspaper Alliance (NANA). Awalnya dia datang ke lndonesia mengikuti suaminya, Joey Adams, yang membawa satu rombongan hiburan keliling Asia untuk menjalankan sebuah program diplomasi budaya yang disponsori Departemen Luar Negeri AS.

Cindy ketika itu juga diketahui bukanlah wartawan dengan keterampilan istimewa. Dia juga tidak berpengalaman. Maka dari itu, ketika Sukarno bersedia dituliskan biografi olehnya, banyak pihak merasa heran.

Setelah buku tulisan Cindy terbit pada tahun 1965, beredarlah sebuah dokumen STATINTL CIA berisi transkrip percakapan antara Cindy Adams dan suaminya, Joey Adams, dengan Steve Allison, seorang pembawa acara dalam Radio-TV Monitoring Service Inc. jaringan WWDC Radio, tertanggal 18 November 1965, pukul 23.30 waktu setempat. Judul wawancaranya adalah Bukan Gelembung CIA (Not A CIA Bubble).

Bacaan Lainnya

Berikut ini petikan wawancara tersebut:

CINDY ADAMS: Jika Anda membaca buku ini (Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia), Anda juga akan mengetahui bahwa serangan CIA tahun 1958 di Indonesia, yang bukan hanya sekadar “gelembung”, tetapi benar-benar terjadi, di mana orang yang dibunuh oleh CIA, yang bernama Allen Pope, melakukan pengeboman terhadap dirinya sendiri, adalah sebuah fakta yang didokumentasikan. Ini adalah noda yang mengerikan pada hubungan Amerika-Indonesia, dan berkontribusi besar pada kemerosotannya (hubungan Indonesia-Amerika).

ALLISON: Saya beritahu Anda sesuatu—ini mungkin akan mengejutkan semua orang yang mendengarkan—terutama Anda, Cindy, dan saya yakin, Joey.  Aku tertarik untuk mengatakan bahwa Tuhan kita melakukan sesuatu yang sangat menarik, bukankah itu menarik?  Saya sangat senang mendengar bahwa kita memiliki banyak orang di seluruh dunia yang mencoba untuk membuat orang tetap berada di sisi kita (AS). Sekarang, apakah yang kita lakukan itu benar atau salah, ini bukan untuk saya atau Anda untuk mengatakannya—tetapi untuk membuat orang tetap berada di sisi kita—seperti yang Anda katakan tentang Iblis, neraka, dan semua musik jazz—membuat mereka tetap berada di sisi kita. Siapa pun itu, asalkan ada di pihak kita, seperti siapa itu—Churchill atau Roosevelt, bicara tentang De Gaulle, dia adalah seorang Biro Agen Khusus (Special Operations Bureau-SOB)—tapi dia adalah SOB kita. Jadi, banyak yang harus kita jaga agar mereka tetap berada di pihak kita. Dan jika dia melakukan sesuatu untuk membuat Indonesia berada di pihak kita, meskipun dia harus menyingkirkan Soekarno, yang menentang kita, saya setuju. Aku cukup nasionalis untuk mendukungnya.

JOEY ADAMS: Tunggu sebentar.

Alen Lawrence Pope, yang disebut dalam wawancara tersebut—dan ditulis Cindy Adams dalam Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia—merupakan pilot CIA yang bergabung dengan Angkatan Udara Revolusioner (AUREV) milik Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI)- Perdjuangan Rakjat Semesta (Permesta).

Pos terkait