Berhubungan dengan Atlantis?
Pada sisi perkembangan arkeologi di Indonesia, temuan topeng ini memberikan citra dan simbol bahwa Indonesia memiliki situs dengan temuan topeng yang sangat banyak.
Topeng-topeng Gua Made menyiratkan adanya tema citra. Selain itu, juga mewakili silang sengkarut berbagai hal, yaitu moralitas, dunia arkeologi, teknologi dan impian dalam suatu ruang yang sama.
Meski masih banyak ahli yang meragukan, sepertinya tetap perlu ada penelitian-penelitian selanjuntya. Barangkali ada hubungannya dengan berbagai teori yang dari beberapa peneiliti yang yakin bahwa Indonesia dulunya adalah Atlantis yang hilang.
Berdasarkan penelitian Ahli Teknik Hidrologi Dhani Irwanto, lokasi Atlantis diperkirakan berada di laut Jawa. Untuk meneliti lokasi Atlantis, Dhani menggunakan dasar teks yang ditulis filsuf Yunani, Plato–atau Platon dalam bahasa Yunani Kuno–pada 360 Sebelum Masehi (SM), yakni dialog Timaeus and Critias.
Penulis buku Atlantis: The Lost City is in Java Sea (2015) itu, yang kemudian diterjemahkan ke Bahasa Indonesia terbit dengan judul Atlantis: Kota yang Hilang Ada di Laut Jawa (2016) harus mempelajari bahasa Yunani selama lima tahun.
Ia mengartikan kata per kata untuk mengidentifikasi. Penelitian dilakukan dengan metode Potsherds model anastylosis atau model pecahan tembikar. Dia juga menggunakan pendekatan 20 disiplin ilmu, di antaranya antropologi, biologi, linguistik, geologi, klimatologi, oseanografi, dan mitologi. Setelah itu, katanya, baru menggunakan pendekatan ilmu arkeologi.
“Pecahan tembikar disambungkan dengan tepat. Tembikar ini narasi yang ditulis Plato. Diteliti untuk menemukan lokasi Atlantis,” katanya dalam diskusi daring “Menyingkap Jejak Peradaban Atlantis di Laut Jawa,” yang diselenggarakan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Selasa, 23 November 2021.
Menurut Dhani, Ibukota Atlantis identik dengan terumbu karang Gosong Gia atau Annie Florence Reef. Gosong Gia terletak 150 kilometer timur laut Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur. Sebagaimana catatan Plato, ibukota Atlantis disebut berada di laut yang dikelilingi benua tak terbatas dan samudra. Bekas kotanya sekarang berada di bawah laut. Kota itu tak dapat dilayari dan ditembus karena tertutup terumbu karang.
Sementara itu, catatan Plato yang lain menyebutkan bahwa ciri-ciri Atlantis lainnya terdapat mata air panas dan dingin, serta ada batu berwarna putih, hitam, dan merah. Bebatuannya dilubangi untuk atap galangan (kapal) ganda.
Menurut Dhani, deskripsi dalam catatan Plato tersebut mirip dengan Pulau Bawean, Gresik. Di sana ada mata air panas dan dingin, hingga bebatuan beku berwarna merah, putih dan hitam. Di bawah bebatuan tersebut bisa dijadikan tempat penyimpanan kapal-kapal.◼︎





