“Menurut data terbaru, lonjakan infeksi di kalangan generasi muda heteroseksual, khususnya perempuan muda, mungkin disebabkan oleh perubahan perilaku seksual pasca-pandemi,” kata Ammon.
Menurut kajian ECDC, belum ada bukti bahwa peningkatan infeksi gonore disebabkan oleh resistensi antimikroba. Namun demikian, lembaga tersebut akan terus memantaunya. Menurut Ammon, angka-angka tersebut kemungkinan merupakan “puncak gunung es”, karena banyak infeksi yang tidak terdeteksi.
“Negara-negara Eropa perlu fokus pada upaya pengujian, pengobatan, dan pencegahan. Setiap individu perlu mengambil langkah-langkah untuk melindungi diri mereka sendiri, terutama dengan menggunakan kondom, misalnya”, kata Ammon.◼︎




