Penceramah sekaligus Utusan Khusus Presiden, Miftah Maulana, Dinilai Rendahkan Penjual Es Teh, Prabowo Pernah Nyatakan Sangat Menghormati PKL 

Penjual es teh yang dinilai warganet telah direndahkan oleh penceramah sekaligus Utusan Khusus Presiden Miftah Maulana. (Tangkapan Layar)
Penceramah sekaligus Utusan Khusus Presiden bidang Kurukunan Agama, Miftah Maulana, dinillai warganet merendahkan pedagang es teh. Sedangkan Presiden Prabowo pernah menyatakan dengan tegas dan terbuka bahwa dia sangat menghormati pedagang kaki lima—seperti pedagang es teh itu.

Miftah dianggap warganet ‘mengolok-olok’ pedagang kaki lima setelah video cuplikan ceramahnya viral di media sosial. Video itu diunggah banyak sekali akun medsos, terutama X.

Ceramah itu diketahui berlangsung di Magelang, Jawa Tengah. 

Sebagaimana yang terekam dalam video, di tengah-tengah ceramah, tiba-tiba ada beberapa jemaah menyeletuk, meminta agar Miftah memborong dagangan pedagang es yang berdiri di tengah-tengah jemaah.

Bacaan Lainnya

Miftah pun merespons permintaan jemaah dengan menanyakan ke penjual es teh—dia bertanya dari atas panggung, pakai mic—apakah dagangannya masih ada. 

Es tehmu sik akeh (masih banyak) enggak? Ya kono didol (ya sana jual) gobl*k,” kata Miftah kepada pedagang yang sedang menyunggi es teh dan air mineral itu.

Celetukan Miftah memecah tawa hadirin pengajian, termasuk tokoh-tokoh yang berada di atas panggung bersamanya. 

Miftah pun melanjutkan, “Dolen disik, engko lek durung payu, yo wis, takdir (Jual dulu, nanti kalau belum laku, ya udah, takdir),” ujar dia.

Sebagaimana terekam dalam video, seloroh Miftah membuat pedagang minuman itu terdiam. Entah apa yang dipikirkan oleh pedagang kaki lima tersebut.

Cuplikan ceramah Miftah yang dinilai merendahkan penjual es teh. (Istimewa)

Sontak momen ini menjadi bahan ‘rujakan’ warganet. Berbagai penilaian negatif langsung dialamatkan kepada Miftah. Dia dinilai merendahkan harkat dan martabat si penjual es teh.

Tak hanya dihujani komentar miring warganet, para pemengaruh (influencer), pendengung (buzzer), dan tokoh-tokoh populer di media sosial pun bereaksi. Namun tidak menghujat. 

Para tokoh itu memberikan semacam nasihat, agar Miftah, sebagai penceramah, mengeluarkan kata-kata yang baik. 

Pos terkait