Analisis ESPN Gabriel Tan menyebut Jepang menunjukan kelasnya. Jepang tahu cara bermain kapan menyerang, kapan bertahan, dan mengeksekusi gol dari satu kali kesempatan. Seperti pada laga final antara Jepang U-23 vs Uzbekistan.
Meski penguasaan bola merupakan identitas sepak bola Jepang, namun kenyataannya Uzbekistan yang mendominasi jalannya pertandingan di babak pertama. Jepang seperti terkunci di sepertiga lapangan. Tapi ketenangan Jepang dalam bertahan membuahkan hasil hingga babak waktu normal berakhir.
Gol Jepang berawal dari serangan balik. Saat bola mencapai Ryotari Araki, salah satu pemain paling berbakat di Jepang di depan kotak penalti Uzbekistan, dia melepaskan tendangan dengan tumitnya tanpa menengok ke belakang. Bola langsung menemukan Fuki Yamada, yang kemudian melepaskan tendangan rendah dari jarak 20 meter. Bola melewati kiper Abduvohid Nematov dan masuk ke pojok kanan gawang. Satu kesempatan dan berbuah gol.
Faktor lainnya adalah tidak ada perbedaan leval antara pemain utama dengan pemain pengganti. Saat Fuki Yamada menggantikan Kein Sato, dia berhasil menggantikan peran Sato dengan baik sehingga mencetak gol. Coba bandingkan saat Indonesia kehilangan Nathan atau Rafael Struick, atau kehilangan Rizky Ridho, Shin Tae-yong seperti kesulitan mencari pemain pengganti. Artinya ada perbedaan dengan tim utama dan pengganti.
Di tangan Shin Tae-yong, Indonesia sudah menunjukkan perkembangan dalam permainan sepak bola hingga di leval Asia. Semoga Garuda Muda bisa belajar dari kesuksesan Jepang.
Perbandingan Statistisk antara Timnas Jepang/Indonesia kontra Uzbekistan U-23 dikutip dari Bola Sport.com
Indonesia U-23 vs Uzbekistan U-23
Semifinal AFC U-23 Asian Cup 2024
- Tembakan: 4 – 28
- Tembakan tepat sasaran: 0 – 4
- Penguasaan bola: 38% – 62%
- Operan: 298 – 460
- Akurasi operan: 70% – 83%
- Pelanggaran: 18 – 9
- Kartu kuning: 3 – 2
- Kartu merah: 1 – 0
- Offside: 2 – 1
- Tendangan sudut: 2 – 10
Jepang U-23 vs Uzbekistan U-23
Final AFC U-23 Asian Cup 2024
- Tembakan: 8 – 18
- Tembakan tepat sasaran: 2 – 5
- Penguasaan bola: 47% – 53%
- Operan: 400 – 420
- Akurasi operan: 70% – 71%
- Pelanggaran: 13 – 10
- Kartu kuning: 3 – 2
- Kartu merah: 0 – 0
- Offside: 0 – 1
- Tendangan sudut: 3- 10





