Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah Front Ketuhanan Yang Maha Esa (OPSHID FKYME)—sebuah organisasi dalam lingkup Tarekat Shiddiqiyyah—membangun lima rumah pintar atau smarthome untuk lima keluarga kurang mampu di Sukabumi, Jawa Barat. Cara organisasi ini mengajak masyarakat awam menyambut masa depan
__________
Mengutip keterangan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) OPSHID FKYME, program yang diberi tajuk Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah (RSKLHS) ini digeber untuk “mensyukuri” nikmat kemerdekaan Bangsa Indonesia pada 17 Agustus dan nikmat berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada 18 Agustus.
Bareng dengan OPSHID, organisasi di bawah Tarekat Shiddiqiyyah lainnya, yaitu Dhilal Berkat Rochmat Alloh atau DHIBRA, juga mengerjakan proyek serupa dalam hajat yang sama: tasyakuran Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan berdirinya NKRI. Bedanya, bila OPSHID fokus di satu titik, Pelabuhan Ratu atau Sukabumi, program Dhibra ini dikerjakan serentak oleh seluruh Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di seluruh Indonesia.
Sumber Dana Gotong Royong
Sumber dana pembangunan ini—baik OPSHID maupun DHIBRA—berasal dari patungan seluruh anggota yang tersebar. Khusus untuk program OPSHID, patungan bersumber dari DPP dan 4 zona yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Keempatnya adalah Zona 1 yang meliputi Jawa Timur dan Bali; Zona 2 meliputi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY); Zona 3 meliputi Jawa Barat, Daerah Khusus Jakarta, dan Banten; serta Zona 4 meliputi seluruh wilayah di luar Pulau Jawa dan Bali.
Pembangunan ini—meminjam istilah mereka—tidak “mengandalkan proposal” ke institusi lain. Murni mandiri.
Lima keluarga penerima program OPSHID adalah:
🏠 Asep Nurdiansyah (47)—seorang pekerja serabutan yang tinggal di Kampung Margaluyu, Desa Cimaja, Kecamatan Cikakak, Sukabumi;
🏠 Sumardi (55)—pekerja serabutan, juga tinggal di Desa Sukamaju, Kecamatan Cikakak, Sukabumi;
🏠 Oha (76)—pekerja serabutan warga Kampung Sukatani, Desa Wangunsari, Kecamatan Cisolok, Sukabumi;
🏠 Suherman (53)—warga Kampung Sukatani, Desa Wangunsari, Kecamatan Cisolok, Sukabumi, yang berjualan barang bekas; dan
🏠 Misbahudin (40)—buruh bangunan yang tinggal di kampung yang sama dengan Oha dan Suherman.
Target Rampung 17 Agustus, Seluruh Zona Kirim ‘Pasukan’
Proses pembangunan rumah pintar OPSHID dimulai dengan pembongkaran total rumah-rumah yang bakal dibangun ulang pada Sabtu, 14 Juni 2025. Sementara seremoni peletakan batu pertama akan dilakukan pada Ahad, 22 Juni 2025.

Rumah-rumah pintar itu ditargetkan rampung serentak pada Hari Kemerdekaan ke-80 Bangsa Indonesia, 17 Agustus 2025. Tak sampai dua bulan sejak peletakan batu pertama. “Kami yakin program ini bisa selesai tepat waktu,” kata Mulyono, Sekjen DPP OPSHID, dikutip Senin, 16 Juni 2025.
Untuk memperlekas pengerjaan, semua Zona OPSHID dan DPP mengirimkan perwakilan tenaga pembangunan sekitar 20-an orang. Dengan demikian ada sekitar 100-an tenaga yang mengerjakannya.
“Hidup harus bergerak manfaat untuk Indonesia Raya,” kata Zainun, salah satu pengurus DPP OPSHID FKYME dalam keterangan tertulisnya, dikutip Senin, 16 Juni 2025.
Apa Itu Rumah Pintar?
Dikutip dari berbagai sumber, rumah pintar atau smarthome yang sedang dikerjakan oleh OPSHID adalah sistem hunian yang mengintegrasikan teknologi digital untuk mengontrol berbagai perangkat rumah secara otomatis atau jarak jauh, melalui jaringan internet.
Konsep ini memungkinkan penghuni untuk mengelola fungsi-fungsi rumah—seperti pencahayaan, suhu ruangan, keamanan, hingga peralatan elektronik—melalui smartphone, tablet, atau perintah suara.

Rumah pintar punya beberapa ciri khas, antara lain:
- Terhubung dengan Internet (IoT). Semua perangkat saling terkoneksi dan bisa dikendalikan lewat aplikasi atau asisten virtual (seperti Alexa, Google Assistant).
- Otomatisasi. Lampu bisa menyala otomatis saat Anda masuk ruangan. AC menyesuaikan suhu sesuai jadwal. Tirai bisa terbuka saat pagi hari.
- Pemantauan dan Keamanan. Kamera CCTV, alarm, dan sensor pintu dapat dipantau dari mana pun, lengkap dengan notifikasi real-time.
- Efisiensi Energi. Sistem smart home bisa menghemat listrik, misalnya dengan mematikan perangkat secara otomatis saat tidak digunakan.
Mengapa Rumah Pintar Perlu Dibangun?
Ada beberapa alasan penting kenapa rumah canggih ini perlu dibangun, antara lain:
- Keamanan Lebih Tinggi. Dengan kamera, sensor gerak, dan alarm pintar, rumah dapat memantau ancaman secara langsung dan memberikan notifikasi ke pemilik.
- Efisiensi Energi dan Biaya. Penggunaan lampu dan peralatan listrik lebih terkendali. Misalnya, lampu otomatis mati saat tidak ada orang di ruangan.
- Kenyamanan dan Kontrol Jarak Jauh. Pengguna dapat mengontrol suhu, pencahayaan, atau bahkan membuka pintu dari jarak jauh. Ideal untuk orang sibuk atau sering bepergian.
- Ramah Lingkungan. Penggunaan energi yang lebih efisien membantu mengurangi jejak karbon.
- Mendukung Lansia dan Difabel. Rumah pintar sangat membantu bagi penghuni dengan keterbatasan fisik, dengan pengaturan otomatis dan kendali suara.
Gaya Hidup Modern dan Inovatif. Smarthome mencerminkan gaya hidup masa depan—lebih cepat, cerdas, dan terintegrasi teknologi.
Dengan membangun rumah pintar atau smarthome secara bertahap, OPSHID FKYME bergerak membawa seluruh rakyat Indonesia agar siap menyambut masa depan.*






1 Komentar
Komentar ditutup.