Tan Joe Hok juga merupakan pemain tunggal putra pertama Indonesia yang menjuarai All England, setelah mengalahkan kompatriotnya, Ferry Sonneville, di final 1959 dengan skor 15-8, 10-15, 15-3.
Prestasi Tan lainnya datang dari Asian Games 1962, saat ia menyumbangkan medali emas untuk Indonesia. Tan Joe Hok jadi salah satu atlet Indonesia yang berhasil merebut gelar tersebut. Selain itu, ada Minarni dari sektor tunggal putra dan ganda putri, bersama Retno Kustijah.
Di luar lapangan, Tan Joe Hok melanjutkan pendidikan ke Baylor University di Amerika Serikat, menekuni bidang kimia dan biologi. Tapi, cintanya pada tanah air tak pernah pudar. Ia pulang, mengabdi lewat pelatihan, pembinaan, dan sumbangsih pemikiran untuk regenerasi atlet muda.
Dia juga sempat menjajal karier di luar negeri sebagai pelatih bulutangkis di Meksiko dan Hong Kong, namun akhirnya kembali ke tanah air dan menjadi pelatih di PB Djarum pada 1982. Di situ dia menjabat sebagai pelatih dan project manager cabang Jakarta.
Puncaknya, ia dipercaya memimpin tim Piala Thomas 1984 dan sukses membawa Indonesia menaklukkan Tiongkok untuk kembali merebut supremasi bulu tangkis dunia.
Puncak pengabdiannya datang ketika ia ditunjuk sebagai pelatih pelatnas Piala Thomas 1984. Berkat kepemimpinannya, Indonesia berhasil menaklukkan Tiongkok dan merebut kembali supremasi dunia bulu tangkis.
Atas jasanya, SIWO/PWI Jaya menganugerahkan penghargaan Pelatih Olahraga Terbaik tahun 1984.
Pernah Mengalami Diskriminasi
Meski sudah mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional lewat jalur olahraga, Tan pernah mengalami diskriminasi karena latar belakang etnisnya. Dia kesulitan untuk mendapatkan kewarganegaraan penuh di Indonesia pada masa awal Orde Baru berkuasa.
Pada waktu itu, warga keturunan membutuhkan Surat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia (SBKRI), identitas yang menyatakan bahwa pemiliknya adalah warga negara Indonesia.
“Saya sedih kenapa kami harus mengalami hal ini. KTP harus ditandai, harus punya SBKRI, dan harus ganti nama yang lebih memiliki unsur Indonesia,” tutur dia kepada wartawan, beberapa tahun lalu.





