“Gereja-gereja membuka halaman bahkan gedungnya untuk melayani kebutuhan dari jamaah NU yang ikut datang,” katanya. Masyarakat di kampung-kampung juga berlomba menyediakan makanan untuk para jamaah. Sampai-sampai warga di sana ada yang sengaja mengosongkan rumahnya, lalu mengungsi, supaya tempat tinggalnya itu bisa digunakan untuk melayani jamaah yang hadir dalam peringatan 1 Abad. Muhammadiyah juga membuka masjid-masjid, sekolah-sekolah, kampus-kampus, dan kantor-kantornya. Mereka menyediakan bakso untuk dinikmati para jamaah NU.
“Mereka menyediakan bakso yang lebih banyak daripada bakso yang disediakan waktu Muktamar Muhammadiyah sendiri, hanya untuk menjamu jamaah yang hadir dalam peringatan 1 Abad NU, ini luar biasa mengharukan,” pungkas Gus Yahya.
(NU Online | Wijdan)





