Ndalem Pojok Diusulkan Jadi Cagar Budaya, Rumah Sunyi Pembentuk Indonesia

Bangunan utama Situs Ndalem Pojok. - Istimewa
Di antara bangunan-bangunan bersejarah yang lama dikaitkan dengan kekuasaan penjajah, sebuah rumah keluarga di Kediri kembali mengetuk ingatan nasional—mengajukan diri sebagai ruang sunyi tempat Indonesia mulai menemukan dirinya.

Situs Persada Soekarno Ndalem Pojok Kediri kembali diusulkan untuk ditetapkan sebagai cagar budaya tingkat nasional. Usulan ini tidak sekadar berbicara tentang status administratif sebuah bangunan tua, melainkan tentang pengakuan negara atas ruang domestik yang diam-diam membentuk kesadaran kebangsaan jauh sebelum Indonesia lahir sebagai republik.

Berbeda dari banyak situs sejarah lain yang tumbuh dari infrastruktur penjajah—kantor residen, benteng militer, atau rumah pejabat—Ndalem Pojok hadir dari jalur yang lebih hening. Ia tumbuh dari rumah keluarga, dari pendidikan nilai, dari perjumpaan gagasan yang tidak tercatat dalam arsip kekuasaan, tetapi hidup dalam ingatan pergerakan.

Di sanalah, pada awal abad ke-20, seorang anak bernama Koesno mulai ditempa. Kelak, dunia mengenalnya sebagai Soekarno.

Bacaan Lainnya
Amanah Sejarah yang Belum Tuntas

Dorongan penetapan Ndalem Pojok sebagai cagar budaya nasional kembali disuarakan oleh Yayasan Persada Soekarno. Ketua Harian yayasan, Kushartono, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar inisiatif internal pengelola situs, melainkan amanah sejarah yang bersumber langsung dari Yayasan Bung Karno.

“Harapan kami, Situs Ndalem Pojok dapat ditetapkan sebagai cagar budaya tingkat nasional. Harapan ini bukan tanpa dasar, karena merupakan amanah langsung dari Ketua Umum Yayasan Bung Karno, Bapak Guruh Soekarnoputra, saat meresmikan situs tersebut,” ujar Kushartono pada Jumat, 18 Desember 2025.

Amanah itu, menurut Kushartono, tidak berhenti sebagai pesan moral. Ia telah dituangkan secara resmi dalam bentuk surat, menandai bahwa upaya peningkatan status ini memiliki pijakan historis dan kelembagaan yang jelas. Namun hingga kini, hampir delapan tahun setelah peresmian nasional pada 2018, status cagar budaya nasional tersebut belum juga terwujud.

Rumah yang Mengubah Nama, Mengubah Arah

Ndalem Pojok menempati posisi unik dalam sejarah Indonesia. Di rumah inilah terjadi peristiwa simbolik yang kelak berdampak besar: pergantian nama Koesno menjadi Soekarno.

Pos terkait