Merayakan 75 Tahun Hubungan Diplomatik Australia-Indonesia dengan Pameran ‘Two Nations: a Friendship is Born’

Konsulat Jenderal (Konjen) Australia menyelenggarakan pameran bertajuk “Two Nations: a Friendship is Born” sebagai bagian dari perayaan 75 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Australia. Pameran digelar di Museum De Javasche Bank, Surabaya, Jawa Timur.

Konjen Australia di Surabaya, Glen Askew menjelaskan bahwa pameran “Two Nations: a Friendship is Born” menyoroti sejarah penting hubungan diplomatik antara Australia dan Indonesia.

“Tahun ini kita merayakan 75 tahun hubungan diplomatik antara Australia dan Indonesia. Namun, hubungan antar masyarakat kita sudah terjalin jauh sebelum kemerdekaan Indonesia,” ujar Glen, Rabu (20/11/2024).

Menurut dia, Australia merupakan salah satu negara pertama yang mendukung kemerdekaan Indonesia. Oleh sebab itu, kata Glen, Presiden Sukarno memilih Australia untuk menjadi perwakilan Indonesia dalam perundingan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait kemerdekaan Indonesia.

Bacaan Lainnya

“Di Australia sendiri terdapat aksi boikot yang dilakukan oleh pekerja dermaga terhadap kapal-kapal Belanda yang berada di pelabuhan Australia, sebagai bentuk dukungan terhadap kemerdekaan Indonesia,” ungkap Glen.

Glen menyatakan bahwa hubungan diplomatik antara Australia dan Indonesia terus berkembang dengan baik hingga saat ini. Salah satu bentuk kerja sama yang konkret adalah latihan gabungan antara Angkatan Pertahanan Australia (ADF) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

“Pada awal November 2024, Marinir TNI AL berangkat ke Australia untuk mengikuti latihan bersama Keris Woomera 2024. Sementara pada 13 November lalu, diadakan latihan kedua di Banyuwangi sebagai bagian dari latihan gabungan besar ini,” jelasnya.

Glen menambahkan bahwa pameran ini menampilkan banyak sejarah penting, termasuk video dokumenter yang mengisahkan aksi boikot “armada hitam” sebagai dukungan Australia terhadap kemerdekaan Indonesia.

Penjabat Sementara (PJs) Wali Kota Surabaya, Restu Novi Widiani, mengatakan bahwa pameran ini merupakan langkah positif untuk memperkenalkan sejarah dan perkembangan hubungan diplomatik antara Indonesia dan Australia kepada masyarakat.

Pos terkait