“Sumber daya manusia di setiap daerah memiliki perbedaan, dan hal ini harus dilihat secara menyeluruh. Kepemimpinan transformasional menjadi kunci karena setiap wilayah membutuhkan pendekatan yang sesuai dengan karakteristik lokalnya. Birokrasi yang responsif akan mampu menyelesaikan berbagai permasalahan yang muncul,” ujar AHY.
Sidang terbuka ini berjalan lancar dan memberikan banyak wawasan baru. Kepemimpinan transformasional, menurut AHY, merupakan fondasi bagi bangsa yang ingin memiliki masa depan yang lebih baik. Orkestrasi sumber daya manusia, lanjutnya, harus selalu disesuaikan dengan perkembangan zaman, kearifan lokal, serta keragaman yang dimiliki Indonesia.
Pada akhir sidang, AHY dinyatakan lulus dan resmi menyandang gelar doktor.*





