Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan sistem Coretax pulih dalam satu bulan. Perbaikan akan melibatkan tim IT asing demi dongkrak penerimaan pajak yang masih seret.
__________
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan sistem layanan perpajakan Coretax segera dibenahi. Ia menargetkan sistem itu bisa berjalan lancar dalam satu bulan ke depan dengan dukungan tim teknologi informasi dari luar negeri.
“Saya akan lihat Coretax seperti apa, akan kami perbaiki. Keterlambatan Coretax dalam 1 bulan, harusnya bisa itu IT. Nanti saya akan bawa yang jago-jago IT dari luar yang bisa perbaiki itu dengan cepat,” kata Purbaya di Jakarta, Senin (22/9).
Langkah itu disebut mendesak karena penerimaan pajak hingga Agustus 2025 masih seret. Data Kementerian Keuangan menunjukkan penerimaan perpajakan baru mencapai Rp1.330,4 triliun atau 54,7 persen dari target Rp2.387,3 triliun. Angka ini turun 3,6 persen year to date (ytd).
Secara rinci, penerimaan pajak tercatat Rp1.135,4 triliun atau turun 5,1 persen ytd; kepabeanan dan cukai Rp194,9 triliun atau tumbuh 6,4 persen ytd; serta penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp306,8 triliun, turun 20,1 persen ytd.
Meski begitu, Purbaya tetap optimistis penerimaan bisa kembali positif. Pemerintah menyiapkan stimulus ekonomi pada Oktober dan November 2025, termasuk bantuan sosial berupa beras dan minyak goreng, untuk mendorong konsumsi masyarakat.
“Jadi naikin penerimaan pajak bukan dari naikin tarif, tetapi mendorong aktivitas ekonomi supaya pajak lebih besar. Biar Anda enggak kerasa bayarnya, tetapi kalau ekonomi tumbuh lebih kencang Anda bayar pajak kan happy,” ujar Purbaya.***





