Sudah bertahun-tahun menikah namun tak juga dikaruniai anak? Bagi banyak pasangan di Indonesia, ini bukan lagi jalan buntu. Terapi program kehamilan yang dulu hanya bisa diakses di luar negeri, kini telah tersedia di berbagai klinik dalam negeri dengan fasilitas dan teknologi medis yang kian mumpuni.
__________
Masalah infertilitas, baik pada pria maupun wanita, menjadi sebab utama pasangan belum mendapatkan momongan. Namun, dengan kemajuan dunia medis, ada sejumlah metode terapi yang dapat ditempuh. Berikut beberapa terapi program kehamilan yang umum dilakukan di Indonesia seperti dilansir dari laman Morula IVF:
1. Bayi Tabung (In Vitro Fertilization/IVF)
Metode ini menjadi pilihan banyak pasangan, termasuk sejumlah selebritas. Prosedurnya melibatkan pembuahan sel telur dan sperma di luar tubuh, tepatnya di dalam laboratorium. Embrio yang terbentuk kemudian ditanamkan kembali ke rahim. Umumnya dokter merekomendasikan IVF setelah metode lain gagal.
2. Injeksi Sperma Intracytoplasmic (ICSI)
Berbeda dari IVF biasa, metode ini menggunakan satu sperma yang disuntikkan langsung ke dalam sel telur menggunakan mikropipet. ICSI lazim digunakan pada kasus jumlah sperma yang sangat rendah atau sperma dengan gerak lambat. Teknik ini membutuhkan keahlian dan alat canggih.
3. Inseminasi Intrauterin (IUI)
IUI tergolong prosedur yang lebih sederhana dan sering dijadikan langkah awal sebelum pasangan memilih IVF atau ICSI. Dalam metode ini, sperma yang telah diproses dimasukkan langsung ke rahim saat ovulasi, memperbesar kemungkinan pembuahan.
4. Terapi Hormon
Gangguan ovulasi pada wanita kerap diatasi dengan terapi hormon. Obat-obatan tertentu diberikan untuk merangsang indung telur agar melepaskan sel telur secara teratur. Terapi ini juga digunakan untuk memperbaiki ketidakseimbangan hormon yang memengaruhi siklus menstruasi.
5. Terapi Alternatif
Beberapa pasangan memilih jalur non-medis seperti herbal dan akupunktur. Meski efektivitasnya masih diperdebatkan di dunia medis, metode ini dipercaya sebagian orang dapat meningkatkan kualitas sperma dan memperbaiki keseimbangan hormon.
Terapi program kehamilan memang bukan solusi instan. Selain waktu dan biaya, pasangan perlu kesabaran dan dukungan emosional yang kuat. “Yang penting adalah jangan menyerah,” ujar seorang pasien. “Anak itu rezeki, tapi usaha kita juga bagian dari rezeki itu sendiri.”***
