Pesan Penting Pram
Dikutip dari Adessita Viani, wartawan EKSPRESI (2003), dimuat di Majalah EKSPRESI Edisi XVI Tahun 2003 “Sastra Pinggiran”.
“Pesan saya pada angkatan muda: Berani! Tanpa keberanian tak akan terjadi apapun, tak ubahnya dengan ternak, karena hidupnya hanya untuk menernakkan diri. Keadaan yang busuk seperti ini, kalau tak punya keberanian, Dotlle loose!
Sekarang ini, sudah waktunya menghentikan impor barang. Impor mematikan inisiatif para teknisi. Mobil harus dibuat sendiri. Penyelundupan yang mematikan petani harus diubah! Korupsi diberantas, sebut saja nama koruptornya!
Indonesia negara maritim dan juga agraris, tapi tak ada kebijakan pada keduanya. Akhirnya petani melarikan diri ke kota dan merampas hak pejalan kaki sebagai kaki lima. Mendirikan rumah-rumah liar yang menyebabkan banjir. Dulu, ekspor besar beras dan gula, sekarang impor. Ini mau jadi apa semuanya? Ya, yang jawab gerakan pemudanya dan mahasiswanya. Stop semua barang lux!
Pram wafat pada 30 April 2006 pukul 08.55 WIB dalam usia 81 tahun. Jasadnya dikebumikan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak. ❒
FOTO: Pramoedya Ananta Toer. (Dok. Istimewa)





