Benarkah Ahok adalah “Kuda Putih” Jokowi?

Marak narasi yang menyebutkan bahwa Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok adalah “Kuda Putih” yang sengaja dimainkan Presiden Joko Widodo alias Jokowi dalam “permainan catur” politiknya. Benarkah?

Baru-baru ini media sosial, khususnya X—sebelumnya Twitter—muncul narasi yang menyebutkan bahwa Ahok adalah “Kuda Putih” Jokowi. Istilah ini viral dan memancing kehebohan.

Setelah Ahok mundur dari Komisaris Utama (Komut) Pertamina agar bisa fokus mengampanyekan pasangan calon (paslon) nomor urut tiga, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, banyak netizen yang meyakini bahwa Ahok sebenarnya hanya “Kuda Putih” yang sengaja dimainkan Jokowi untuk mengacau PDIP dari dalam.

Bahkan, ada yang beranggapan bahwa bergabungnya Ahok ke kubu PDIP mengusung misi untuk menggagalkan terwujudkan koalisi paslon 01 dan 03 jika Pemilihan Presiden (Pilpres) berlangsung dua putaran.

Bacaan Lainnya

Seperti diketahui, Ahok diduga memiliki masa lalu kelam dengan Anies Baswedan.Pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 2017, Ahok terjerat kasus penistaan agama. Imbasnya, Ahok divonis penjara selama 2 tahun. Sosok yang disebut paling mendapat keuntungan dalam situasi tersebut adalah Anies Baswedan, kompetitor Ahok dalam Pilkada DKI.

South China Morning Post (SCMP) bahkan sempat menulis bahwa kemenangan Anies tak lain karena menumpangi isu agama tersebut. Laporan tersebut mengatakan bahwa pada Pilkada 6 tahun lalu, Anies menggunakan isu irisan untuk mendapatkan simpati masyarakat.

“Selama pencalonannya sebagai Gubernur Jakarta pada tahun 2017, Anies mengalahkan Gubernur sementara Basuki Tjahaja Purnama dalam putaran kedua, setelah kalah dalam pemungutan suara awal, dengan mempolitisasi komentar yang dibuat oleh politisi Kristen keturunan Tionghoa yang dianggap menghujat Islam oleh beberapa orang,” tulis SCMP. Dengan adanya “sejarah masa lalu” tersebut, warganet yakin bahwa kehadiran Ahok bisa membuat koalisi antara 01 dan 03 kemungkinan kecil bisa terjadi.

Dengan latar belakang inilah Ahok disebut sebagai “Kuda Putih” yang dimanfaatkan untuk mengacaukan skenario koalisi paslon 01 dan 03 jika Pilpres berlangsung dua putaran.

Pos terkait