Mengenal Kanker Kolorektal yang Kasusnya Kian Meningkat di Kalangan Anak Muda

Ilustrasi.
Dosen Fakultas Kedokteran IPB University dr. Sulpiana, M.Biomed mencatat, kasus kanker kolorektal di kalangan anak muda, termasuk generasi Z, mengalami peningkatan yang signifikan. Menurutnya, faktor genetik dan gaya hidup yang tidak sehat menjadi penyebab utama tingginya risiko penyakit ini di usia muda.

__________

Kanker kolorektal adalah kanker yang tumbuh di usus besar (kolon) atau di bagian paling bawah usus besar yang terhubung ke anus (rektum). Kanker kolorektal dapat dinamai kanker kolon atau kanker rektum, tergantung pada lokasi tumbuhnya kanker.

Kanker kolorektal merupakan jenis kanker yang cukup sering terjadi. Kanker ini biasanya menyerang orang lanjut usia. Namun, akhir-akhir ini terjadi peningkatan kejadian kanker kolorektal pada orang yang masih muda.

Bacaan Lainnya

Kanker kolorektal berkaitan erat dengan pola makan dan gaya hidup seseorang. Kanker ini umumnya bermula dari polip usus prakanker atau jaringan yang tumbuh secara tidak normal di dinding dalam kolon atau rektum.

Meski begitu, tidak semua polip berkembang menjadi kanker. Polip yang biasanya berisiko menjadi kanker kolorektal adalah polip yang berukuran besar atau berjumlah banyak.

Seperti semua jenis kanker, kanker kolorektal terjadi ketika sel-sel di dalam tubuh tumbuh secara tidak normal dan membentuk tumor. Seiring waktu, tumor ini akan berkembang dan merusak jaringan sehat di sekitarnya.

Belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan sel-sel tersebut berkembang tidak terkendali. Namun, ada faktor-faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena kanker kolorektal, antara lain:

  • Berusia 50 tahun atau lebih
  • Memiliki riwayat penyakit kanker atau polip kolorektal
  • Memiliki keluarga yang pernah mengalami kanker atau polip kolorektal
  • Memiliki keluarga dengan riwayat kanker kolorektal atau kanker payudara di bawah usia 50 tahun
  • Menderita radang usus, baik kolitis ulseratif maupun penyakit Crohn
    Memiliki kelainan genetik, seperti sindrom Lynch
  • Menderita diabetes
  • Menderita obesitas atau berat badan berlebih
  • Menjalani pola hidup tidak sehat, misalnya jarang mengonsumsi serat dan buah-buahan, kurang berolahraga, serta memiliki kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol
  • Menjalani radioterapi (terapi radiasi) di area perut
  • Kanker kolorektal biasanya baru menimbulkan gejala ketika sel kanker sudah makin berkembang. Gejalanya bervariasi, tergantung pada ukuran dan lokasi kanker.

Beberapa gejala kanker kolorektal yang dapat muncul adalah:

Pos terkait