Sementara itu, jika seseorang terlalu banyak bicara, unsur dosa seperti dusta, ria, syirik, sombong, dan sumpah palsu bisa terjadi. Bahkan, orang berpengaruh yang terlalu sering mengeluarkan pernyataan berpotensi menimbulkan kehebohan dan kebingungan masyarakat.
Maka dari itu, Allah Swt. mengingatkan agar manusia hati-hati berbicara, sebagaimana firman-Nya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar.” (QS Al-Ahzab:70).
Untuk memperjelas maksud ayat tersebut, Nabi Muhammad Saw. bersabda: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya ,maka hendaklah ia mengatakan yang benar atau lebih baik diam.”
Nabi Muhammad juga mengingatkan bahwa, “Sesungguhnya dosa yang paling banyak dilakukan anak cucu Adam ialah pada lidahnya.” Maksudnya, sebagian besar dosa-dosa manusia disebabkan oleh pembicaraan yang tidak perlu, yang terjadi karena seseorang terlalu sering berbicara.
Seorang filsuf bernama Ludwid Wittgenstein (1889-1951) pun juga pernah mengingatkan kita: “Terhadap apa yang tak dapat kita bicarakan, mungkin sebaiknya kita diam.”
Maka, jelas sudah, ketika seseorang makin banyak berbicara, makin besar kemungkinan dia bakal “tersesat”. Bakal makin banyak aib yang tersingkap sehingga makin marak fitnah dan kebencian yang diakibatkannya
Menurut Buya Syakur, amalan puasa diam yang dikerjakan Siti Maryam dan Nabi Zakaria mendatangkan berbagai keajaiban kepada keduanya. Keduanya mampu menangkap isyarat-isyarat gaib yang datang dari Tuhan.
Sedangkan manusia yang terlalu banyak berbicara, menurut Buya Syakur, tidak akan mampu menangkap isyarat-isyarat gaib itu. Suara mulutnya terlalu riuh, sehingga isyarat-isyarat dari alam malakut tidak dapat ditangkap oleh batinnya.
Manfaat luar biasa puasa berbicara juga telah diverifikasi oleh ilmu pengetahuan modern. Sebagaimana dilansir dari boldsky.com, saat ini banyak kamp-kamp kesehatan yang mengajarkan puasa berbicara, di mana peserta kamp akhirnya mendapatkan ketenangan tubuh dan jiwa.
Sementara itu, menurut hasil riset ilmu kedokteran dan psikologi modern, puasa berbicara dapat meningkatkan kesadaran serta mempertajam fokus dan konsentrasi otak. Sebuah penelitian kesehatan terbaru menemukan bahwa diam dan melakukan meditasi selama beberapa jam mampu menumbuhkan sel-sel otak baru, membunuh stress, menyembuhkan insomnia, dan menurunkan tekanan darah.





