Menag Yaqut Berkali-Kali Sebut “Dua” di Acara Deklarasi Pemilu Damai

Ketua Umum PP GP Ansor itu juga mengimbau agar sisi kultus dalam beragama tidak dijadikan sebagai sebuah lelucon ataupun guyonan di tengah meningkatnya hiruk pikuk politik menuju Pemilu 2024.

“Nah, justru itu, sebenarnya guyonan soal agama itu kan sering dilakukan. Banyaklah. Kalau kita browsing, kita lihat di Youtube, misalnya, banyak orang menjadikan agama sebagai bahan guyonan. Saya kira sih kalau bisa dihindari, jangan gunakan agama sebagai guyonan,” kata dia usai acara tersebut.

Yaqut menilai tingkat sensitivitas publik pada tahun politik meningkat. Oleh karena itu, pihaknya tidak menginginkan jika agama dijadikan bahan candaan, sebab hal tersebut bisa memantik reaksi publik secara luas.

Bacaan Lainnya

“Tetapi, memang kadang-kadang itu menjadi ramai kalau ketemu momentum politik seperti ini, dikorek-korek. Itu dulu yang guyon soal agama itu, ndak ketemu momentum politik juga ndak apa-apa. Sekarang ketika ketemu momentum politik, maka lain jadinya,” ujarnya.

Untuk itu, kata dia, pihaknya meminta para aktor politik, para tuan guru, ulama untuk berhenti menyinggung atau menjadikan anasir-anasir agama sebagai lelucon.

“Saya kira sudahlah, sudahi, baik menggunakan agama sebagai alat politik, bahan candaan atau apapun, jangan. Sudah berhenti, yang sudah ya sudah, ndak perlu diulangi ndak perlu sampai tuntut-tuntut,” tandasnya.*

____FOTO: Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas di Taman Sangkareang, Mataram, NTB, Selasa (26/11). (Tribunnews)

Pos terkait