“Ada banyak jenis stand dari Padat Karya disini, warga bisa memilih. Nanti, akhir bulan depan, saya undang kembali beliau-beliau semua untuk melihat sudah mendapat angka diatas Rp3 juta,” terangnya.
Meski demikian, ia menjelaskan bahwa program Padat Karya merupakan salah satu upaya Pemkot Surabaya untuk mengentaskan kemiskinan dengan menambah pendapatan keluarga setiap bulan. Artinya, jika sang suami telah bekerja, maka sang istri bisa mencari tambahan pendapatan dengan mengikuti program Padat Karya.
“Ayah sudah bekerja, apakah ibunya bekerja atau tidak? Ternyata ibunya bisa menjahit bagian kancing, langsung bekerja menjahit kancing dan bisa dikerjakan dirumah. Nanti suaminya bisa membantu mengambil dan mengantar orderannya,” jelasnya.
Sementara itu, Erika, 41 tahun, warga Kelurahan Kertajaya, Kecamatan Gubeng Surabaya, sambil menahan tangis, ia menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Eri Cahyadi karena langsung mengundang dirinya untuk mengikuti program Padat Karya. Erika mengaku, setiap pagi, ia hanya berjualan bubur dan setelah itu tidak melakukan aktivitas apapun. Karenanya, ia ingin mendapat tambahan penghasilan melalui program Padat Karya.
“Saya senang sekali, hari ini diundang Pak Eri Cahyadi langsung untuk ikut program Padat Karya. Terima kasih Pak Eri Cahyadi, karena pagi hari saya jualan bubur, jadi saya ingin mendapatkan tambahan penghasilan setelah jualan bubur,” pungkasnya.





