
Biaya percepatan pengerjaan masjid ini cukup besar. “Itu untuk pengadaan bahan material berkualitas tinggi, yang digunakan untuk menunjang makna dan filosofi yang diwujudkan di dalam bangunan masjid” jelas Mulyono.
Bagian bangunan yang dikebut OPSHID, antara lain, empat menara masjid, monumen hadits, pemasangan gardu listrik, aula, dan peristirahatan untuk Sang Mursyid KH. Muchtar Mu’thi. “Semua dari OPSHID. Baik tenaga kerja maupun dana,” jelas Mulyono. “(Bangunan harus) indah dan bermakna. Begitu pesan Mas Bechi, mengikuti Sang Maha Guru, yang selalu ditegaskan pada seluruh pengurus dan anggota OPSHID,” imbuhnya.
Berkat akselerasi dari OPSHID dan dukungan Mas Bechi dalam merespons instruksi Sang Mursyid, kata Mulyono, akhirnya masjid bisa selesai dengan cepat. “Kendati pimpinan kami, Mas Bechi, dalam situasi seperti sekarang ini, kiprah OPSHID dalam berbagai lini perjuangan Shidiqiyyah selalu ada,” pungkas Mulyono.
Sementara menurut Ketua Panitia Peresmian Pesantren Haryo Sumantri, Pesantren dan Masjid HSHF nantinya bakal menjadi salah satu benteng penjaga Negara Kesatuan Republik Indokensia (NKRI) dan lambang persatuan, perdamaian, serta cinta tanah air. “Pesantren ini juga akan mencetak generasi muda yang cinta pada tanah air dan NKRI”, tegas Haryo.
—Foto utama: Bangunan Masjid Pesantren HSHF yang berdiri berkat akselerasi personel OPSHID yang disokong sepenuhnya oleh Mas Bechi. (SF | Wijdan)—





