Marsinah, Wiji Thukul, dan Tokoh-Tokoh Buruh Indonesia yang Perlu Dikenang

Pria kelahiran Flores, Nusa Tenggara Timur itu aktif di Kesatuan Buruh Marhaenis. Selain itu, sebagai kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ia memegang posisi Wakil Ketua DPD PDIP DKI dan Ketua DPP PDIP.

3. Muchtar Pakpahan

Tokoh buruh nasional selanjutnya adalah Muchtar Pakpahan. Ia sebagai pendiri serikat buruh independen pertama Indonesia yaitu DPP Serikat Buruh Sejahtera Indonesia.

Sejak masa Orde Baru, Muchtar sangat aktif dalam memperjuangkan nasib kaum buruh. Bahkan, saat menjadi pengacara tahun 1978 dan advokat tahun 1986 ia memberikan konsultasi hukum secara gratis.

Bacaan Lainnya

Karena kegigihannya membela buruh, pria asal Simalungun, Sumatera Utara ini meraih penghargaan hak asasi manusia internasional. Ia juga sempat menjadi anggota Governing Body ILO mewakili Asia dan Vice President World Confederation of Labor.

4. Agus Sudono

Kemudian, Agus Sudono adalah mantan Ketua Umum Federasi Buruh Seluruh Indonesia (FBSI). Ia dikenal sebagai tokoh legendaris buruh di Indonesia yang merasakan era Orde Lama dan Orde Baru.

Selain itu, tokoh buruh nasional ini pernah menjadi anggota Badan Eksekutif Organisasi Buruh Internasional (ILO). Kemudian, pada Februari 2012 Agus telah tutup usia.

5. Wiji Thukul

Wiji Thukul adalah seorang buruh sekaligus penyair. Pada di penghujung era Orde Baru tahun 1997-1998, ia tercatat sebagai salah satu dari 13 orang hilang.

Sebagai buruh, Wiji memperjuangkan kesejahteraan rekannya sesama pekerja. Dengan bakat menulis puisi, ia membuat puisi penuh satire untuk mengkritik pemerintah yang membuat rakyat menderita.

Berkat perjuangannya sebagai aktivis, Wiji menjadi musuh ‘rezim Orde Baru’. Namanya khas dengan simbol perlawanan akar rumput terhadap penguasa, terutama melalui puisinya yang rilis di surat kabar dan mimbar bebas.▪️

Pos terkait