Semua warga Desa Wunut, Kecamatan Tulung, Klaten, Jawa Tengah, tiap tahun mendapat tunjangan hari raya (THR) dari Pemerintah Desa (Pemdes) setempat. Bagi-bagi ini dimulai sejak tahun 2023. Dari mana uangnya?
Untuk tahun ini, total anggaran yang dialokasikan untuk THR warga Desa Ngunut mencapai Rp457,8 juta. Setiap warga menerima Rp200.000.
“THR kami bagikan kepada semua warga Desa Wunut yang sudah masuk KK, sekalipun itu masih bayi. Itu sejumlah 2.289 jiwa. Per orangnya Rp200.000. Total yang dialokasikan untuk THR tahun ini Rp457.800.000,” kata Kepala Desa Wunut, Iwan Sulistiya Setiawan, Selasa, 18 Maret 2025.

Uang THR ini bersumber dari Pendapatan Asli Desa (PADes), yang didapat dari pengelolaan objek wisata Umbul Pelem Water Park—yang sudah menghasilkan Rp25 miliar.
“Total dana desa yang sudah kami investasikan ke Umbul Pelem Water Park itu Rp2,4 miliar. Alhamdulillah, dari modal Rp2,4 miliar itu kami sudah dapat omset hampir Rp25 miliar,” jelas Iwan.
Pembangunan Umbul Pelem Water Park mulai dirintis tahun 2016. Modal Rp2,4 miliar untuk proyek itu dari dana desa, yang dikucurkan pemerintah pusat.
“Ke depan ini kami sudah membuat wisata lagi. Semoga tahun ini bisa kami buka dan hasilnya lebih banyak lagi untuk masyarakat,” kata Iwan.
Program pembagian THR ini telah berlangsung sejak 2023. Besarannya terus meningkat dari tahun ke tahun.
“Alhamdulillah tiap tahun naik untuk nominalnya. Kalau (tahun) kemarin per KK (Kartu Keluarga), tahun ini sudah per orang,” ungkap Iwan.
Semua warga Desa Wunut yang terdaftar dalam KK berhak menerima bantuan, termasuk bayi yang baru lahir.
“Konsepnya, kami memberikan bantuan langsung seperti pemerintah pusat. Hanya saja, kami tidak tebang pilih, semua kami berikan sama,” tambahnya.
Untuk bisa mendapat THR, warga hanya perlu membawa kartu keluarga sebagai syarat utama.
Hasil dari pengelolaan Umbul Pelem Water Park itu, sebut Iwan, tak hanya untuk THR Lebaran, tapi juga bantuan lainnya.
“Warga miskin yang belum ter-cover bantuan pemerintah kami berikan bantuan pangan berupa beras 10 kilogram per bulan dari Bumdes Sumber Kamulyan. Di awal tahun kemarin warga miskin juga kami berikan zakat, sekitar 200 orang, per orang Rp 600 ribu,” sambung Iwan.
Di sektor kesehatan, kata Iwan, semua warga desanya diikutkan program BPJS kesehatan dan tenaga kerja. Desa menyediakan dana hampir Rp900 juta tiap tahun untuk pos ini.
“Yang tidak bisa diikutkan BPJS ketenagakerjaan, jika meninggal, kami santuni Rp10 juta,” lanjut Iwan.
Camat Tulung, Hendri Pamukas, membenarkan jika Pemdes Wunut sudah mengikutkan warganya menjadi peserta BPJS. Tak hanya rutin berbagi THR.
“Dari hasil pengelolaan BUMDes yang baik dan transparan, manfaatnya bisa dirasakan langsung bagi masyarakat,” Hendri menerangkan.
Inilah potret nyata keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Kesejahteraan dan keadilan benar-benar terasa.
Tidak harus bergantung kepada bantuan pemerintah dengan tidak menjadi beban negara. ***





