Jangan Habis Sekejap! Ini Cara Ajari Anak Kelola THR Lebaran dengan Bijak

Angpau lebaran
Ilustrasi angpau lebaran. - Cermati
THR Lebaran sering habis tanpa jejak. Orang tua perlu membimbing anak sejak dini agar mampu membedakan kebutuhan, menabung, hingga belajar mandiri mengelola uang.

Saat Lebaran, hal yang paling dinantikan anak-anak adalah mendapat angpau atau THR Lebaran. Namun, anak perlu diajari bagaimana mengelola uang tersebut agar tidak cepat habis atau justru digunakan secara boros.

Dosen Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA), Fatkur Huda, membagikan tips agar orang tua dapat mengajari anak mengelola angpau Lebaran dengan bijak.

Memahami Kebutuhan dan Keinginan

Pertama, anak perlu memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Fatkur menjelaskan, orang tua dapat mulai memberikan pemahaman ini kepada anak usia 4–6 tahun.

Bacaan Lainnya

“Cara ini sudah dapat diajarkan kepada anak kita yang memasuki usia 4–6 tahun,” ujar Fatkur, Selasa (24/3/2026).

Pada usia ini, anak sudah mulai bisa diajak berdiskusi tentang apa yang perlu dibeli sebagai kebutuhan dan mana yang hanya keinginan. Misalnya, mengalokasikan uang untuk kebutuhan sekolah yang menunjang pembelajaran.

Mengelola Keuangan Secara Produktif

Kedua, anak usia sekolah dasar (7–12 tahun) perlu diajarkan pengelolaan keuangan yang produktif. Menurut Fatkur, uang angpau sering dianggap sebagai bonus sehingga berpotensi membuat anak menjadi konsumtif.

“Bagi anak yang sudah memasuki usia sekolah dasar (7–12 tahun), tentu dapat kita arahkan untuk belajar produktif dalam mengelola keuangan,” terangnya.

Anak dapat diarahkan untuk menabung, melakukan investasi jangka pendek, atau bahkan belajar berwirausaha. Dalam tahap ini, orang tua perlu mendampingi untuk menentukan tujuan keuangan agar dapat dievaluasi di kemudian hari.

Belanja dengan Bijak di Usia Remaja Awal

Ketiga, pada usia sekolah menengah pertama (13–15 tahun), anak mulai memiliki pilihan sendiri dalam berbelanja. Oleh karena itu, pendekatan yang lebih dewasa diperlukan.

Orang tua tetap perlu mengingatkan tentang konsep kebutuhan dan keinginan, sekaligus memberikan ruang bagi anak untuk mengelola uangnya secara mandiri namun bijak.

Pos terkait