Mantan Guru Honorer Bangun Sekolah Gratis dari Hasil Jualan Sapu Ijuk

Ahmad mengumpulkan uang sedikit demi sedikit—yang dia ambil dari uang Rp4.000 keuntungan penjualan satu sapu ijuk—hingga akhirnya dia berhasil membangun sekolah bernama SMP IT Pancuh Tiluh. Sekolah itu didirikan pada tahun 2020 di kampungnya sendiri, Kampung Karang Muda, Desa Jayagiri.

Alhamdulillah dari sapu ini bisa membangun sekolah SMP IT Pancuh Tilu meskipun sangat sederhana sekali,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Bangunan SMP IT Pancuh Tiluh sangatlah sederhana. Namun, semangat belajar yang tumbuh di dalamnya tidak sederhana. Luar biasa, malah. Apalagi sekolah ini tidak memungut biaya sama sekali dari murid-muridnya.

Untuk biaya operasional sekolah, Ahmad mengandalkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Dari bantuan tersebut dia mampu mengupah 12 orang guru.

Ahmad juga menyediakan tempat tinggal untuk beberapa murid yang kurang mampu, sekaligus membiayai kebutuhan sehari-hari mereka. Saat ini SMP IT Pancuh Tiluh punya 76 orang murid, 10 di antaranya menginap di sekolah.

Ahmad tak hanya memberikan pelajaran sekolah pada umumnya. Dia juga mengajarkan keterampilan tambahan, yang tak lain tak bukan adalah keterampilan membuat sapu ijuk, kepada para siswanya.

Agar para murid bersemangat mempelajari keterampilan tersebut, mereka diajak praktik langsung. Dengan demikian, kapasitas produksi sapu ijuk Dua Sahabat milik Ahmad terus meningkat. Ahmad juga memberi apresiasi berupa upah Rp1.000 per sapu ijuk yang diproduksi oleh murid-muridnya.

Semoga sehat selalu, Pak Ahmad…*

___FOTO: Suasana ruang belajar SMP IT Pancuh Tiluh yang dibangun Ahmad Jamaluddin. (GNFI)

Pos terkait