Hidayat menilai, tingginya minat wisata ke Surabaya dipengaruhi tiga faktor utama: rangkaian event akhir tahun, kondisi kota yang semakin nyaman dan aman, serta pertimbangan cuaca. Peringatan cuaca ekstrem dari BMKG membuat sebagian wisatawan memilih destinasi urban yang relatif aman dan mudah dijangkau.
Menjelang malam pergantian tahun, hampir seluruh hotel, kafe, dan pusat perbelanjaan di Surabaya juga menyiapkan berbagai agenda hiburan. Namun, Pemkot Surabaya memastikan tidak ada pesta kembang api sebagai bentuk empati terhadap masyarakat terdampak bencana di Sumatera dan wilayah lain di Indonesia.
“Kalau sebagian Indonesia sedang prihatin, rasanya tidak pantas kita berpesta kembang api,” kata Hidayat.***





