Mahasiswa Universitas Airlangga Borong Gelar Internasional Lewat Aplikasi Hearitage

Aplikasi Pariwisata Inklusif
Rangga bersama timnya berjaya di ajang 2nd International Student Summit yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia. - Humas Unair
Lima mahasiswa Universitas Airlangga mencuri perhatian dunia. Lewat aplikasi pariwisata inklusif bernama Hearitage, mereka memborong gelar juara hingga dinobatkan sebagai Grand Champion di Kuala Lumpur.

Mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) kembali menorehkan prestasi internasional. Muhammad Rangga Cindraputra, Delia Yuan Safira, Ely Guyana, Alexa Callula Insyirah Firdauzi, dan Clyantha Bernice Hevia berhasil membawa pulang sejumlah penghargaan dari ajang 2nd International Student Summit yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, pekan lalu.

Dalam kompetisi tersebut, tim Unair meraih berbagai penghargaan bergengsi, di antaranya Gold Medalist Tourism and Culture Category, Best Presentation, Best Poster, 1st Winner 2nd ISS, hingga dinobatkan sebagai Grand Champion.

“Kami menyiapkan rancangan, konsep lomba, desain poster, dan persiapan mental untuk ajang ini. Puji Tuhan, kami bisa lancar hingga akhir dan membawa penghargaan-penghargaan tersebut,” ungkap Rangga, Senin (2/3/2026).

Bacaan Lainnya
Hearitage: Aplikasi Multisensori Ramah Disabilitas

Rangga menjelaskan bahwa timnya mengusung subtema pariwisata dan budaya melalui inovasi aplikasi Hearitage. Aplikasi ini dirancang sebagai solusi pariwisata inklusif multisensori yang menjembatani kesenjangan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.

“Inovasi yang kami berikan merupakan aplikasi dengan fitur-fitur yang didesain untuk melayani orang dengan disabilitas, sehingga mereka mendapat semacam otonomi yang dapat membantu mereka dalam hal administrasi dan lain sebagainya,” jelasnya.

Hearitage menyediakan informasi adaptif dan spesifik sesuai jenis disabilitas pengguna. Berlandaskan pendekatan pemberdayaan psikologis, aplikasi ini memungkinkan perjalanan yang mandiri, aman, dan bermakna tanpa memerlukan rekonstruksi fisik pada destinasi wisata.

“Aplikasi ini mengarahkan kembali, beradaptasi, dan memberikan informasi seperti penyediaan jalur, format, dan pengalaman alternatif yang disesuaikan dengan beragam disabilitas,” imbuh Rangga.

Konsep tersebut menekankan bahwa inklusivitas tidak selalu harus diwujudkan melalui perubahan fisik besar-besaran, melainkan dapat dimulai dari inovasi digital yang responsif terhadap kebutuhan pengguna.

Soliditas Tim Jadi Kunci

Di balik kemenangan tersebut, Rangga menegaskan pentingnya kekompakan tim. Ia menyebut hubungan antaranggotanya sudah seperti keluarga.

Pos terkait