Lula Menang Pilpres Brasil, Flávio Bolsonaro Akan Meminta Pembatalan Hasil

Presiden Brasil Lula da Silva. (Youtube Lula)

Lula da Silva meraih masa jabatan keempat sebagai presiden Brasil. Flávio Bolsonaro menolak mengakui kekalahan dan mempersoalkan perpanjangan waktu pemungutan suara.

SAMUDRAFAKTA.COM — Luiz Inácio Lula da Silva memenangkan pemilihan presiden Brasil putaran kedua, Minggu, 25 Oktober 2026, mengalahkan Senator Flávio Bolsonaro.

Kemenangan itu dikonfirmasi otoritas pemilu Brasil. Lula akan menjalani masa jabatan keempatnya, dengan Wakil Presiden Geraldo Alckmin kembali mendampinginya.

Dalam pembaruan resmi, Lula memperoleh 51,77 persen suara sah ketika penghitungan mencapai 99,9 persen.

Bacaan Lainnya

Flávio meraih 48,23 persen. Angka tersebut merupakan posisi penghitungan yang diumumkan pengadilan pemilu regional São Paulo pada Minggu malam.

Namun, Flávio menolak mengakui kekalahan. Putra mantan Presiden Jair Bolsonaro itu menyatakan akan meminta pembatalan hasil pemilihan.

Perpanjangan Pemungutan Suara Dipersoalkan

Flávio mempersoalkan keputusan hakim Mahkamah Agung Cristiano Zanin yang memperpanjang waktu pemungutan suara selama dua jam.

Ia menyebut keputusan tersebut “tidak dapat diterima”, menurut laporan yang diterbitkan Senin, 26 Oktober 2026.

Dalam klarifikasi, Tribunal Superior Eleitoral atau TSE menjelaskan batas penerapan keputusan tersebut.

Pemungutan suara hanya dilanjutkan di lokasi yang belum menutup pemungutan pada pukul 17.00. TSE menyatakan penerimaan data dan penghitungan kembali berlangsung setelah pukul 19.00.

Pernyataan Flávio akan meminta pembatalan belum berarti permohonan telah dikabulkan. Penolakan kandidat terhadap hasil juga tidak dengan sendirinya mengubah kemenangan yang diumumkan.

Membalik Kekalahan Putaran Pertama

Kemenangan Lula membalik posisi pada putaran pertama, ketika ia tertinggal lebih dari 2,2 juta suara dari Flávio.

Dalam putaran kedua, Lula berbalik unggul dengan selisih lebih dari empat juta suara. Hasil tersebut menjadi kebangkitan politik berikutnya bagi presiden berusia 80 tahun itu.

Namun, mandat baru membawa tantangan pemerintahan. Lula menghadapi parlemen dengan kekuatan konservatif yang besar, sehingga pelaksanaan agendanya memerlukan negosiasi politik.

Perkembangan berikutnya mencakup langkah hukum yang dijanjikan Flávio serta persiapan pemerintahan Lula.

Hingga laporan yang ditelusuri, otoritas pemilu tetap menyatakan Lula sebagai pemenang. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan