“Prof Nasar sulit menjadi Ketua Umum kecuali bersedia melepas jabatan Menteri Agama. Tetapi namanya tetap diperhitungkan dalam dinamika yang berkembang,” ujarnya.
Pemerintah Tegaskan Tidak Ikut Campur
Di tengah menghangatnya bursa Ketua Umum PBNU, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan menegaskan Presiden Prabowo Subianto tidak akan mencampuri proses Muktamar NU.
“Bapak Prabowo justru sangat menghormati kemandirian Nahdlatul Ulama. Beliau tidak akan ikut campur menentukan siapa yang memimpin. Jika ada yang mengaku didukung Presiden, itu tidak benar,” kata Gus Irfan di Surabaya.
Ia mengajak seluruh warga NU menjaga suasana Muktamar tetap sejuk dan tidak menjadikannya ajang perebutan kekuasaan layaknya kontestasi politik.
“Itu bukan ciri khas NU. Kita harus berkaca kepada para kiai pendahulu NU yang justru saling menolak untuk dipilih karena menyadari amanah itu harus dipertanggungjawabkan di dunia dan akhirat,” ujarnya.
Jadwal Penetapan Lokasi Masih Menunggu
Sementara itu, PBNU telah menyelesaikan survei terhadap lima provinsi dan sembilan calon lokasi penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU.
Informasi mengenai waktu rapat penetapan lokasi masih berbeda. Sebagian sumber menyebut pembahasan dijadwalkan berlangsung pada Selasa (7/7/2026), sedangkan sumber lain menyatakan rapat gabungan baru akan digelar pada Kamis (9/7/2026).
Hingga berita ini ditulis, PBNU belum memberikan penjelasan resmi mengenai jadwal tersebut.***





