Sekitar 60 jenazah ditemukan di bawah reruntuhan lingkungan Kota Gaza, demikian kata para pejabat di wilayah yang dikuasai Hamas pada Kamis (11/7/2024), setelah militer Israel menyatakan diakhirinya operasinya di sana.
Meningkatnya pertempuran, pemboman dan pengungsian di distrik timur Shujaiya ini terjadi ketika pembicaraan diadakan di mediator Qatar menuju kesepakatan gencatan senjata dan pembebasan sandera.
Badan pertahanan sipil Gaza mengatakan sekitar 60 jenazah ditemukan di bawah reruntuhan di Shujaiya, setelah terjadinya pertempuran terberat di Kota Gaza dalam beberapa bulan terakhir.
Sedangkan pihak Hamas mengatakan bahwa operasi Israel di sana telah menyebabkan lebih dari 300 unit pemukiman dan lebih dari 100 bisnis hancur.
Mohammed Nairi, seorang warga Shujaiya, mengatakan dia dan orang lain yang kembali ke lingkungan tersebut menyaksikan kehancuran besar yang tidak dapat digambarkan. Semua rumah dihancurkan.
Militer Israel mengatakan pada Rabu (10/7/2024) bahwa mereka telah menyelesaikan misinya di Shujaiya setelah dua pekan, namun pemboman dan pertempuran terus mengguncang Kota Gaza. Saksi mata mengatakan tank dan tentara telah bergerak ke wilayah lain di kota tersebut.
Jumlah korban gugur di Jalur Gaza, menurut perkiraan kementerian kesehatan wilayah kantong Palestina tersebut, telah mencapai 38.400 orang sejak Oktober 2023. Sebanyak 88.400 orang lainnya terluka.
Di tengah situasi inilah lima aktivis NU berkunjung ke Israel untuk menemui presiden negara Zionis tersebut.*





